Thursday, November 4, 2010

Jam Operasional THM Dipertanyakan

BANJARMASIN Ä Ä© Jam tayang atau operasional tempat hiburan malam
(THM) seperti diskotek atau tempat karaoke, dipertanyakan karena
sudah menyalahi perda, apalagi diduga kuat tempat tersebut menjadi
wadah perederan narkoba.
Á ÁHal ini dikatakan anggota DPD RI Ir Adhariani yang dilanjutkan
oleh Kepala Pelaksana Harian (Kalahar) Badan Narkotika Provinsi
(BPN) Kalsel, pada pertemuan, membahas dan sosialiasi penekanan
narkotika, Rabu (3/11) kemarin.
Á ÁMenurut Ir Adhariani, dari hasil temuan bahwa Kalsel termasuk
dalam lima besar peredaran narkoba, dan di tingkat pusat melalui
sidang diamanatkan agar peredaran narkoba tersebut ditekan dan
kalau bisa dimusnahkan.
Á Á"Sampai©sampai orang di Jakarta sana bilang kepada saya, kalau
di Banjarmasin itu sangat mudah mendapatkan narkoba," kata
Adhariani.
Á ÁDalam hal ini, bagaimana caranya atau solusinya supaya
peredaran narkoba itu dapat ditekan, meskipun telah terbukti pula
bahwa hampir tiap hari anggota kepolisian menangkap para pelaku
narkoba tersebut.
Á ÁPada jumpa sosialisasi ini, Kalahar BNP Kalsel H Syahbani,
mengatakan, kemungkinan salah satu penyebab tingginya angka
peredaran narkoba itu adalah adanya THM©THM atau pun diskotekªdiskotek.
Á ÁMenurutnya, berdasarkan hasil temuan, hampir semua orang atau
pengunjung diskotek maupun THM, pulang dengan keadaan sempoyongan,
seperti dalam kondisi mabuk.
Á ÁApa lagi menurutnya, selama ini, jam operasional diskotek dan
THM melewati dari batas yang telah ditetapkan dalam perda kota.
Á Á"Kalau menurut perda, THM tutup atau selesai pukul 01.00 Wita,
tapi kenyataan yang kita lihat sampai pukul 03.30 Wita," kata H
Syahbani. Á ¸ ¸ Á
Á ÁJadi kesimpulannya bahwa semua tetang perizinan diskotek dan
THM itu dikembalikan lagi pada Walikota, karena yang memberikan
izin sesuai perda itu adalah Walikota Banjarmasin.
Á ÁSelama ini menjadi kendala, karena untuk mengadakan pertemuan
dengan pihak Walikota Banjarmasin belum terealisasi. Pihak BNP
meminta kepada Ir Adhariani selaku anggota DPD RI bisa menjembatani
pertemuan nantinya.
Á ÁSebelumnya Ir Adhariani juga telah melakukan sosialisasi ke
Sekretariat Muhammadiyah, menyampaikan terkait apa yang telah
dirapatkan atau menjadi bahasan di tingkat pusat tersebut.
Á ÁDisampaikannya, banyak yang telah dibicarakan di tingkat pusat
tersebut mengenai infrastruktur di Provinsi Kalsel.
Á ÁSalah satu permasalah yang menonjol dalam perkembangan Kalsel
adalah masalah narkoba. Berdasarkan hasil temuan yang dibicarakan
di tingkat pusat, Kalsel merupakan peringkat keempat dalam
peredaran narkoba.Ô h) 0*0*0*° ° ÔŒÁ ÁSelain itu, mengenai aborsi serta adanya kerukunan antara
masyarakat lokal dengan masyarakat pedatang yang bisa mengundang
kemungkinan adanya unsur sara.
Á Á"Untuk itu, semua kita sampaikan kepada organisasi keagamaan
agar ikut andil dalam penanggulangan permasalahan yang telah
dibicarakan di DPR tingkat pusat," jelasnya. Ã Ãris/adi

No comments: