Thursday, November 25, 2010

Dua Lagi Perkara Korupsi Ke Tahap Penyidikan

BANJARMASINÄ Ä © Keseriusan pihak Kejaksaan Negeri (Kejari)
Banjarmasin dalam meningkatkan kinerjanya untuk pengungkapan kasus
tindak pidana korupsi yang ada di wilayah Kota Banjarmasin ini
begitu tajam dan akurat.
Á ÁTerbukti, baru©baru ini ada beberapa kasus tindak pidana
korupsi mulai menemukan titik terang dan satu persatu terkuak dan
terekspos.
Á ÁBeberapa hari kemarin pihak Kejari Banjarmasin telah ekspos
perkara tindak pidana korupsi yang terjadi pada Dinas Pasar Kota
Banjarmasin, dan dalam ekspos perkara tersebut ada dua orang
pegawai yang telah dijadikan tersangka.
Á ÁDan untuk melengkapi pemberkasan, agar perkara tersebut yang
sudah naik ke tingkat penyidikan, Kejari Banjarmasin telah
memanggil beberapa orang saksi untuk dimintai keterangannya.
Á ÁKamis (25/11) kemarin, pihak Kejari Banjarmasin telah
mengumumkan kepada media, dua lagi perkara korupsi yang mereka
bidik selama ini dan telah dilakukan penyelidikan hingga sudah naik
ke tingkat penyidikan.
Á ÁBertambahnya penanganan perkara tindak pidana korupsi yang
telah ditangani Kejari Banjarmasin, seakan ingin membuktikan kepada
masyarakat bahwa Kejari Banjarmasin memang menjalankan perannya
sebagai salah satu lembaga penegak hukum.
Á ÁKajari Banjarmasin Hadi Purwoto, melalui Kasi Intel Irwan
Tajuddin SH, dan Kasi Pidum Aslah SH menyampaikan kepada media, ada
dua perkara dugaan tindak pidana korupsi yang mereka tangani dan
berkasnya telah naik ke tingkat penyidikan.
Á Á"Dua perkara itu, perkara KPU Kota Banjarmasin dan Perusahaan
Daerah Kayuh Baimbai milik Pemko Banjarmasin," cetus Tajuddin.
Á ÁDari hasil penyelidikan, lanjutnya, kedua perkara tersebut
telah ditemukan adanya unsur perbuatan melawan hukum dan berpotensi
adanya kerugian keuangan negara.
Á ÁUntuk perkara Perusda Kayuh Baimbai, diperkirakan kerugian
uang negara sekitar Rp1,3 miliar, sedangkan untuk KPU Kota
Banjarmasin, adanya dugaan gratifikasi atau terima suap yang
merugikan keuangan negara sekitar Rp50 juta.
Á Á"Karena kita menemukan adanya unsur melawan hukum, makanya
kasus ini kita tingkatkan dari penyelidikan ke tingkat penyidikan,"
ungkapnya.
Á ÁDiungkapkan, modus dari perkara Perusda Kayuh Baimbai pada
tahun 2007, saat itu pemerintah setempat mengucurkan dana kepada
Perusda Kayuh Baimbai senilai Rp1,5 miliar.
Á ÁKemudian Perusda Kayuh Baimbai mengucurkan ke CV Sumber Cahaya
Abadi, dan selama itu pula baik modal dan keuntungan atau laba
tidak pernah dikembalikan.
Á ÁDan untuk perkara Perusda Kayuh Baimbai, rencananya Kejari
Banjarmasin akan memanggil sekitar sembilan orang saksi untuk
dimintai keterangannya.
Á Á"Sedangkan, untuk perkara KPU Kota Banjarmasin yang juga telahÔ h) 0*0*0*° ° Ô naik ke tingkat penyidikan, sama saja kita akan memanggil sepuluh
saksi untuk dimintai keterangannya," bebernya.
Á ÁKarena kedua kasus tersebut sudah dinaikkan ke penyidikan,
maka kemungkinan besar dalam waktu dekat Kejari Banjarmasin akan
segera menetapkan tersangka. Sayangnya untuk tersangka di kedua
kasus korupsi tersebut, kedua kasi masih menyembunyikan siapa
orangnya.
Á Á"Nanti akan kita beritahu, untuk sekarang kita masih akan
memeriksa saksi©saksi dulu," ucapnya lagi.
Á ÁSementara itu Kasi Pidsus M Irwan SH yang dikonfimrasi setelah
menghadiri sidang kasus korupsi terdakwa H Noor Ilham di PN
Banjarmasin, membenarkan informasi tersebut.
Á ÁKasus korupsi di KPU sendiri muncul setelah adanya informasi
yang menyebutkan, kalau di lembaga tersebut ada indikasi korupsi
terutama pada lelang pengadaan kertas suara yang dimenangkan PT
Yusindo Sidoarjo.
Á ÁPT Yusindo Sidoarjo pemenang lelang pengadaan surat suara di
KPU Banjarmasim, dan logistiknya PT Erlisda.Ã Ã ris/adi

No comments: