Thursday, November 4, 2010

Bisnis Narkotika Demi Bayar Utang

BANJARMASINÄ Ä © Pasangan suami istri (pasutri) Sub (30) dan Hel (23)
terpaksa gigit jari karena harus berurusan dengan hukum. Pasutri
yang tinggal di Jl Kelayan B Gg Ampalam RT 08 ditangkap petugas Sat
I Dit Narkoba Polda Kalsel, Rabu (3/11) sore sekira pukul 16.00
Wita.
Á ÁKeduanya ditangkap bersama barang bukti delapan butir pil
warna oranye dengan logo 'S' seberat 3,22 gram, lalu dua paket
sabu©sabu dengan berat bersih 1,31 gram, satu buah timbangan
digital dan satu pak plastik klip.
Á ÁDiamankannya pasutri yang baru saja menikah sebulan terakhir
ini, setelah polisi memperoleh informasi bahwa di kediaman pasutri
itu kerap terjadi transaksi narkotika.
Á ÁSat I Dit Narkoba kemudian mencoba melakukan penyelidikan.
Dibekali surat penggeledahan, kemudian polisi langsung menggerebek
kediaman pasutri tersebut. Alhasil, ditemukanlah sejumlah barang
bukti tersebut. Sub dan Hel tak bisa lagi mengelak dan pasrah saja
ketika digiring ke Polda Kalsel untuk pemberkasan.
Á ÁKamis (4/11), Sub mengatakan, istrinya yang ia nikahi 10
Oktober 2010 lalu, tidak terlibat dalam masalah tersebut. Bahkan,
Sub mengaku, sang istri yang dicintainya itu sudah kerap
melarangnya menjalankan bisnis sabu.
Á Á"Saat penggerebekan, istri saya ini kebetulan saja ada di
tempat. Sebenarnya, dia tidak terlibat bahkan kerap melarang saya,"
aku Sub.
Á ÁSub mengaku terpaksa menjalani bisnis haram tersebut. Namun,
karena tidak punya pekerjaan terpaksa ini dilakoni. "Apalagi saya
memiliki utang yang banyak, bekas kalah judi bola," bebernya.
Á ÁSecara terus terang Sub juga mengatakan, bisnis sabu sudah ia
jalani setengah tahun ini. Selama itu pula, barang diambil dari
kenalannya yang bernama Boneng.
Á Á"Saya biasanya mengambil 1 gram seharga Rp1.700.000. Dari 1
gram itu saya pecah menjadi lima paket. Setiap 1 gramnya bisa dapat
untung Rp500 ribu," katanya.
Á ÁDir Narkoba Polda Kalsel Kombes Pol Agus B Manalu melalui
Kasat I AKBP I Made Wijana mengakui adanya penangkapan pasutri
tersebut. Ã Ãadi

No comments: