Friday, October 29, 2010

Tiga IRT Terlibat Narkotika

BANJARMASIN © Ironis, tiga orang ibu rumah tangga (IRT) telribat
peredaran narkotika, sehingga ditnagkap petugas Sat II Dit Narkoba
Polda Kalsel.
Á ÁKetiga IRT ini antara lain, Nur (38), warga Jl Pandu Gg V RT
31, Ali (38), warga Simpang Gatot Subroto 1 RT 32 dan Arba (29),
warga Kelayan B Jembatan 3 Gg Bersama RT 21. Mereka tertangkap,
Kamis (28/10).
Á ÁNur dan Ali dibekuk di rumah Ali sekitar pukul 15.30 Wita
bersama barang bukti satu paket sabu©sabu dengan berat 0,20 gram.
Sedangkan Arab tertangkap tak jauh dari rumahnya. Dari Arba, polisi
menyita dua paket sabu seberat 1,14 gram.
Á ÁJumat (29/10), menurut Kasat II AKBP Jimmy Agustus,
tertangkapnya ketiga IRT bermula dari aksi penyamaran yang
dilakukan petugasnya.
Á ÁPenyamar memesan sabu ke Nur. Selanjutnya, Nur memesan ke Ali.
Keduanya lalu menyuruh pemesan datang ke rumah Ali. Begitu barang
diserahkan, keduanya langsung ditangkap tanpa sempat mengelak lagi.
Á ÁKeduanya mengaku mendapat sabu melalui jasa perantara Arab.
Tanpa membuang waktu lagi, petugas bergegas mendatangi Arab.
Kebetulan Arba sedang berada tak jauh dari rumahnya, lalu
ditangkap.
Á ÁNamun, sebelum tertangkap, Arba sempat membuang barang bukti.
Namun, petugas petugas melihat upaya itu.
Á ÁArba mengakui bahwa selama ini ia menjadi kurir karena tidak
mempunyai pekerjaan. "Saya sudah cerai dari suami. Saya membeli
barang itu dari Udin, warga Gg Jamaah II. Jadi kurir sabu sudah
tiga kali," akunya.
Á ÁDitambahkan, untuk setiap gram, ia membeli seharga Rp1,7 juta.
Arba juga mengaku kalau Ali juga sudah tiga kali memperoleh sabu
dari dirinya.
Á ÁSementara Ali menerangkan, ia cuma sekadar membantu teman yang
ingin memperoleh sabu. Hal senada juga diakui oleh Nur.
Á ÁJimmy kepada wartawan menerangkan, untuk tersangka Nur dan Ali
akan dijerat dengan pasal 132 ayat (1) 112 ayat (1) UU RI No 35
tahun 2009 tentang Narkotika. Sedangkan Arba dijerat dengan pasal
112 ayat (1). Ã Ãadi

No comments: