Monday, October 25, 2010

Tidak Ada Persetubuhan Dan Oknum Polisi

BANJARMASINÄ Ä © Papi Riki yang bekerja di tempat hiburan malam (THM)
Nasa bersama pegawainya dan tamu Nasa datang ke Polresta
Banjarmasin untuk mengklarifikasi tentang pemberitaan yang terbit
di media mengenai dugaan pencabulan yang dilakukan oknum polisi
terhadap Nina, seorang ladies Nasa, Senin (25/10).
Á ÁKelima orang tersebut yakni Riki (30), koordinator ladies
Nasa, Rere dan Nina, karyawan Nasa, selaku korban yang disebutªsebut dalam pemberitaan, dan dua pengunjung Nasa, Wili Siagian dan
Daniar.
Á ÁKepada wartawan kelimanya menjelaskan bahwa tidak ada
pemerkosaan atau persetubuhan secara beramai©ramai dalam ruangan
karaoke tersebut, apalagi pelakunya diduga oknum polisi.
Á ÁMenurut pengakuan mereka saat itu mereka di ruang itu hanya
menyanyi saja dan minum minuman yang juga beralkohol, tapi tidak
sampai terjadi pemerkosaan atau persetubuhan hingga mereka keluar
dari ruangan itu.
Á ÁKemungkinan menurut mereka hanya kesalahpahaman saja, karena
pada saat itu karyawan Nasa bernama Rere memang dalam keadaan
mabuk, dan sempat terjatuh dari kursi.
Á Á"Saya akui saat itu saya minum minuman beralkohol jenis Chivas
dan saya sempat mabuk hingga tak sadarkan diri," kata Rere.
Á Á"Saat itu saya mengenakan rok mini, kebetulan pada saat saya
jatuh rok saya terbuka, dan mungkin ada yang melihat lalu dikira
telah terjadi pemerkosaan," ungkapnya.
Á ÁHal serupa juga dikatakan Nina, teman Rere yang saat itu juga
berada di ruang karaoke Nasa bahwa ia dari pertama hingga pulang
terus bersama Rere dan tidak ada terjadi sesuatu.
Á Á"Saya yang membawa Rere pulang, dan tidak terjadi sesuatu pun,
awalnya tamu ada lima orang dan kami juga lima orang, namun tiga
dari tamu dan dari kami pulang duluan seperempat jam selisihnya,"
kata Nina.
Á Á"Kami juga sangat terkejut mengetahui pemberitaan yang ada di
media, makanya justru tidak ada itu kami klarifikasi," jelasnya.
Á ÁHal serupa juga diakui Wili Siagian dan Daniar, selaku tamu
pada saat itu, tidak ada terjadi sesuatu, dan mereka memang melihat
kalau Rere terjatuh kemudian mereka tolongi.
Á Á"Saya memang melihat Rere itu terjatuh dari kursi, setelah
kami tolong kemudian mereka pulang," kata Daniar.
Á ÁMenurut Daniar, ia datang ke THM tersebut berlima dengan
temannya yang sama©sama dari Jakarta, dalam pengembangan usaha
sebagai kontraktor, kemudian mereka mencari hiburan di Nasa, tiga
dari mereka telah pulang ke Jakarta, Dony, Agung dan Efri. Á Ð Ð F Á
Á ÁSedangkan menurut Wili Siagian, warga Jl Sumber Kurnia Blok F
Palangkaraya Kalteng, kalau yang membukakan ruang karaoke tersebut
atas nama sepupunya, anggota Polresta Banjarmasin, Iptu Hadi
Siagian. Namun di ruang itu tidak ada polisi dan tidak ada terjadi
sesuatu.
Á ÁWili mengatakan, tidak ada mereka menghalang©halangi Papi RikiÔ h) 0*0*0*° ° Ô memasuki room. "Memang kami meminta waktu lima menit untuk
mengangkat tubuh ladies dari lantai ke sofa. Tapi bukan diapaªapain," sanggahnya.
Á ÁKapolresta Banjarmasin Kombes Pol Drs Hilman Thayib SIK,
ketika dikonfirmasi mengatakan kalau tidak ada oknumnya yang
terlibat persetubuhan yang terjadi di ruang karaoke Nasa seperti
yang diberitakan media cetak.
Á Á"Kita telah melakukan penyelidikan terkait pemberitaan
tersebut, dan tidak ada anggota kita di ruangan tersebut apalagi
sampai melakukan perbuatan persetubuhan atau pemerkosaan," katanya.
Á Á"Namun, meskipun demikian pihak kami akan terus berupaya
melakukan penyelidikan, karena tindakan yang dilakukan ini
merupakan salah satu untuk menindaklanjuti kalau©kalau adanya
anggota yang nakal," jelasnya.Ã ÃÄ Ä
Á ÁDiketahui, diduga telah terjadi perbuatan asusila yang
dilakukan diduga oleh tiga oknum polisi di salah satu room karaoke
Nasa Jl Djok Mentaya Banjarmasin, Minggu (24/10) dini hari.
Korbannya, ladies Nasa berinisial NN.
Á ÁDiduga, tiga oknum polisi yang salah satunya diduga berasal
dari Polres Banjar membuka room. Ketiganya masing©masing membooking
seorang ladies, salah satunya NN.
Á ÁMalam semakin larut, semuanya bernyanyi ria sambil menenggak
minuman keras.
Á ÁSementara dua ladies yang masih sadar memilih untuk pulang,
namun NN yang sudah dipengaruhi miras hampir tak sadarkan diri.
Rekan©rekannya sebenarnya sudah mengajak NN pulang, namun oleh
ketiga oknum, dilarang dan mereka berjanji akan mengantar sendiri
NN pulang.
Á ÁSepeninggal temannya itulah diduga, ketiga oknum menggagahi
NN. Salah seorang waiters Nasa sempat mengintip karena penasaran,
dan mengetahui kalau NN diperlakukan tak senonoh.
Á ÁDiduga, waiters itu kemudian cepat©cepat melapor ke papi Nasa.
Begitu papi Nasa menggerebek room 216 itu, salah seorang oknum
masih asyik menggauli NN yang sudah kehilangan kesadarannya.
Á ÁOleh papi dan karyawan lainnya, NN diamankan dan kemudian
dibawa ke salah satu rumah sakit. Sementara ketiga oknum yang tak
tahu malu itu memilih pulang. Ã Ãris/adi

No comments: