Thursday, October 14, 2010

Tanker Angelina 16 Kencing BBM Ilegal

BANJARMASINÄ Ä © Sebanyak 3.000 ton bahan bakar minyak (BBM) jenis
premium dan solar diduga ilegal diamankan petugas Dit Polair Polda
Kalsel dari tanker Angelina 16 dinakhodai Novianto (45), saat kapal
itu sandar di kawasan muara Sungai Barito, Kamis (14/10) kemarin.
Á ÁPenangkapan BBM ilegal berawal dari tertangkapnya tiga buah
kapal oleh kapal patroli BKO Mabes Polri Baladewa 521 dan Elang 619
saat menjalankan patroli rutin di perairan Kotabaru, yakni LCT
Putra Bersaudara dengan nakhoda Anglik (40) bersama 60 ton solar,
dan LCT Lestari 01 dengan nakhoda Nasrudin (45) barang bukti 50 ton
solar dan kapal tanpa nama 30 ton solar.
Á ÁDari informasi, para nakhoda yang membawa tiga kapal yang
ditangkap BKO Mabes Polri Baladewa 521, diduga membeli BBM dari
Tanker Angelina 16 dengan nakhoda Novianto. Kemudian berbekal
informasi itu, pihak BKO Mabes Polri berkoordinasi dengan Dit
Polair Polda Kalsel, mengejar tanker Angelina yang sedang menuju
Banjarmasin.
Á ÁTak lama kemudian, petugas Dit Polair Polda Kalsel langsung
menghadang tanker Angelina 16, kemudian dari pemeriksaan ternyata
nakhoda Novianto mengakui kalau dia menjual ratusan ton BBM jenis
solar kepada tiga buah kapal tersebut, hingga kapal tersebut
diamankan di kawasan Pulau Kembang Sungai Barito.
Á ÁDir Polair Polda Kalsel AKBP Yulius Bambang melalui Kasi
Gakkum AKP Yudi Ridarto, Kamis (14/10), membenarkan penangkapan
terhadap kapal yang bermuatan BBM jenis solar dan premium, kemudian
diperjualbelikan tanpa dokumen lengkap dari instistusi berwenang.
Á Á"Kita amankan barang bukti bersama nakhoda untuk dimintai
keterangan terkait dugaan jual beli BBM di tengah laut tanpa
dokumen lengkap," katanya.
Á Á"Saat ini nakhoda kapal sudah kita amankan dan masih dalam
tahap pemeriksaan. Ya jelas ia akan kita jadikan tersangka dari
kepemilikan 3.000 ton BBM ilegal premium dan solar, yang tanpa
dilengkapi surat dokumen yang syah dari pemerintah," cetusnya.
Á ÁPelaku BBM ilegal akan dikenakan pasal berlapis, UU No 22
Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi, pasal 480 KUHP, pasal 374
KUHP dan UU Pelayaran No 17 Tahun 2008 mengenai barang bergerak
namun tak memiliki surat izin berlayar, ancaman minimal lima tahun
penjara. Ã Ãzal/adi

No comments: