Monday, October 4, 2010

Sidang Kembali Tertunda, Lihan Kecewa Berat

MARTAPURAÄ Ä © Sidang lanjutan yang mendudukkan Lihan sebagai terdakwa
dengan agenda tuntutan jaksa penuntut umum (JPU) kembali tertunda,
Senin (4/10), akibatnya terdakwa Lihan pun kecewa berat.
Á ÁBegitu juga bagi para pengunjung sidang yang kebanyakan adalah
pendukung terdakwa mengaku sangat kecewa, karena sudah beberapa
kali sidang dengan agenda tuntutan ini tertunda.
Á ÁTerdakwa Lihan sebelum dibawa ke LP Martapura mengaku kecewa
karena penundaan ini sudah keempatkalinya. "Jelas kecewa karena
tertunda terus dan ini sudah yang keempatkalinya," ujarnya.
Á ÁTerdakwa sendiri mengaku pasrah dan tidak tahu lagi harus
bagaimana dengan penundaan ini. "Saya tidak tahu lagi, saya
mengikut saja, biar masyarakat yang menilai," kata terdakwa yang
selalu mengenakan kemeja lengan panjang sasirangan hijau ini.
Á ÁSementara itu, Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Martapura
Zulhadi Savitri SH MH mengatakan, penundaan ini karena pihaknya
belum siap. "Penundaan ini hal biasa, karena kami belum siap, dan
mudah©mudahan besok sudah siap," ujar Zulhadi.
Á ÁSidang renacananya kembali digelar pada hari ini dengan agenda
tuntutan.
Á ÁLihan didakwa JPU sebagaimana diatur dan diancam pidana
berdasarkan pasal 3 ayat (1) huruf a, b, c, d, e UU RI 25 Tahun
2003 tentang Perubahan Atas UU RI 15 Tahun 2002 tentang Tindak
Pidana Pencucian Uang.
Á ÁSelain mengenakan dakwaan tindak pidana pencucian uang, JPU
juga mendakwa Lihan melakukan perbuatan sebagaimana diatur dan
diancam pidana berdasarkan pasal 59 ayat (1) UU RI 21 Tahun 2008
tentang Perbankan Syariah.
Á ÁSedang dakwaan primairnya pada terdakwa yang didampingi tim
penasihat hukum dari kantor pengacara Masdari Tasmin SH, adalah
pasal 46 ayat (1) UU RI 10 Tahun 1998 tentang Perubahan Atas UU RI
7 Tahun 1992 tentang Perbankan.
Á ÁDakwaan primair itu dikenakan JPU karena terdakwa diduga
menghimpun dana masyarakat dalam bentuk simpanan tanpa izin usaha
dari Pimpinan Bank Indonesia sebagaimana dimaksud pasal 16.
Untuk dakwaan subsidair, jaksa mengenakan terdakwa melanggar pasal
387 KUHP dan lebih subsidair melanggar pasal 372 KUHP. Ã Ãdio/adi

No comments: