Sunday, October 17, 2010

Seorang Presenter Dikasari Pejabat



BANJARMASINÄ Ä © Walikota Banjarmasin, H Muhidin seolah tak jera
berurusan dengan dunia pers. Setelah sebelumnya sempat diprotes
keras wartawan karena sudah dianggap melecehkan profesi wartawan,
kali ini sang pejabat didampingi Zainal, kembali mendatangi TVRI,
guna mencari keberadaan seorang presenter freelance TVRI
Banjarmasin, Birhasani.
Á ÁKejadian kekerasan terhadap profesi jurnalistik terjadi,
ketika salah satu anggota DPRD Kota Banjarmasin bernama Zainal
membuat ulah dengan melakukan pemukulan terhadap Birhasani, di
halaman kantor TVRI di Jl A Yani Km 5 Banjarmasin, Jumat ( 15/10)
malam.
Á Á Diduga pelaku melakukan pemukulan terkait dengan adanya acara
TVRI bertemakan mengenai kebijakan dan kepemimpin Walikota
Banjarmasin yang baru, dibawakan Birhasani sebagai pembawa acara
pada malam tersebut.
Á Á Beruntung pada malam kejadian, Birhasani yang juga seorang
aktivis Unlam Banjarmasin dan masih aktif sebagai kader partai
Golongan Karya serta pernah sebagai caleg partai berlambang pohon
beringin ini, bisa selamat setelah menjauhi pelaku yang merupakan
seorang pejabat anggota DPRD Kota Banjarmasin komisi III dari PBR.
Á ÁMenurut keterangan salah satu karyawan TVRI yang tidak mau
disebutkan namanya, pada Jumat (15/10) malam itu, memang korban
ditugaskan untuk membawakan satu acara interaktif dengan masyarakat
dengan tema acara kebijakan kepemimpinan Walikota Banjarmasin yang
baru.
Á ÁDalam acara interaktif tersebut banyak telpon dari warga
masyarakat Banjarmasin dan sekitarnya yang menyoroti kebijakan dan
kepemimpinan Walikota Banjarmasin H Muhidin yang baru saja
menduduki jabatannya.
Á ÁMemang diakui pada malam itu pembahasan permasalahan sudah
melenceng jauh dengan program yang disusun, hingga akhirnya acara
selesai dan sebagian kru TVRI dan korban Birhasani pulang ke
rumahnya.
Á ÁTidak beberapa lama Walikota Banjarmasin H Muhidin dan Anggota
DPRD Kota Banjarmasin bernama Zainal datang ke kantor TVRI,
menanyakan keberadaan Birhasani ada di mana.
Á ÁKarena korban memang sudah pulang disebabkan istrinya sakit,
maka oleh karyawan TVRI yang lain dikatakan bahwa yang bersangkutan
sudah pulang.
Á ÁMeski sudah dibilang bahwa istri Birhasani sedang sakit, namun
dengan arogan, kedua pejabat yang memang dikenal arogan dan kerap
bertingkah bagai preman ini, meminta kepada karyawan TVRI supaya
Birhasani dipanggil balik ke TVRI.
Á ÁEntah apa maksud dua pejabat penting dari PBR ini hingga tega
memerintahkan agar Birhasani dipanggil lagi.
Á ÁAkhirnya Birhasani dipanggil untuk datang. Baru saja yang
bersangkutan tiba di lokasi kantor TVRI, tiba©tiba Zainal membawa
korban keluar yang ternyata mendapat perlakuan yang tidak baik dari
anggota dewan tersebut.
Á ÁMendapat perlakuan dengan pemukulan yang mengakibatkan jam
tangan korban rusak, akhirnya Birhasani melaporkan kejadian
tersebut kepada beberapa karyawan TVRI yang kebetulan masih berada
di tempat itu.ŒÁ ÁSetelah ditenangkan di dalam kantor TVRI, korban dimintakan
apakah akan melanjutkan persoalan pemukulan tersebut kepada aparat
hukum. Entah mengapa, korban malah menolak dengan alasan istrinya
kini sedang sakit dan tidak mau memperpanjang masalah.
Á ÁAtas keputusan yang diambil Birhasani tersebut, pihak TVRI
mempersilakan yang bersangkutan untuk menghargai keputusan yang
telah diambilnya. Dengan cacatan akan memberikan perlindungan
terhadap Birhasani kalau terjadi sesuatu yang tidak diinginkan di
kemudian hari. Ã Ãrds/adi

No comments: