Friday, October 1, 2010

Pengusaha Minyak Kesandung Narkoba Lagi

BANJARMASINÄ Ä © H Dony yang terkenal sebagai pengusaha minyak kembali
kesandung kasus narkoba. Padahal, ia sudah beberapa kali berurusan
dengan hukum akibat mengonsumsi narkoba.
Á ÁDony tak sendirian diciduk polisi kala pesta sabu di
kediamannya di Jl Sultan Adam Kompleks Mandiri Banjarmasin Utara,
Jumat (1/10) beberapa saat sebelum shalat Jumat berlangsung.
Á ÁPria yang berstatus haji dan berusia sekitar 54 tahun ini
ditangkap bersama istri mudanya, Novy, Wah dan seorang lagi yang
belum diketahui inisialnya, namun diinformasikan sebagai wartawan
yang ngepos di Mabes Polri.
Á ÁBerdasar informasi yang berhasil dihimpun, Dony yang sudah
kerap keluar masuk penjara ini menggelar pesta sabu di rumahnya.
Selain Dony, ada juga sejumlah rekan Dony, yakni seorang jaksa non
fungsional asal Palangkaraya Kalteng Wah alias Martin, seorang
wartawan dan Novy.
Á ÁNamun, petugas dari Sat II Dit Narkoba Polda Kalsel yang
dipimpin Kompol Ade menangkap adanya informasi bahwa di kediaman H
Dony di Kompleks Mandiri sedang berlangsung pesta sabu.
Á ÁBerbekal informasi itu, petugas langsung meluncur ke TKP. Dan
benar saja, begitu digerebek, para tersangka tak bisa lagi
berkutik, karena memang sedang asyik mengisap sabu. Á x x A Á
Á ÁDi rumah itu, petugas mengamankan sejumlah alat mengisap sabu
dan sisa sabu. Begitu juga sebuah mobil yang diduga milik wartawan
yang sedang parkir di depan rumah Dony juga diamankan sebagai
barang bukti.
Á ÁMobil Suzuki Grand Vitara warna abu©abu KB 977 JS tamnpak ada
terparkir di Polda Kalsel.
Á ÁDir Narkoba Polda Kalsel melalui Kasat II AKBP Jimmy Agustus
SIK saat dikonfirmasi mengakui kalau pihaknya sudah mengamankan H
Dony, Novy, Wah dan seorang lagi yang mengaku wartawan.
Á ÁDari informasi, urine keempat pelaku pesta sabu positif
mengandung zat terlarang. Namun, Jimmy secara diplomatis mengatakan
pihaknya belum menggelar kasus karena masih menunggu hasil tes
urine. "Kita masih menunggu hasil tes urine keempat orang ini,"
katanya. Ã Ãadi

No comments: