Monday, October 4, 2010

Mantan Direktur RS Tanjung Divonis 1,5 Tahun Penjara

TANJUNGÄ Ä © Mantan Direktur Rumah Sakit (RS) Tanjung, drg Hj Rukiyah
hanya bisa menunduk lesu ketika palu hakim menghempas di meja hijau
Pengadilan Negeri (PN) Tanjung mengakhiri pembacaan putusan hakim
terhadap kasusnya.
Á Á Didiek Jatmiko SH yang memimpin sidang menjatuhkan hukuman
1,5 tahun penjara dan denda Rp50 juta subsidair tiga bulan penjara
kepada Rukiyah pada sidang hari Senin sore (4/10), di ruang sidang
lantai satu PN Tanjung.
Á ÁRukiyah dimejahijaukan karena terlibat dalam kasus korupsi
pengadaan alat cuci darah di rumah sakit milik pemerintah itu,
sewaktu terdakwa menjabat direktur. Keputusan hakim tersebut lebih
ringan setengah tahun bila dibandingkan dengan tuntutan jaksa
penuntut umum (JPU), yaitu dua tahun penjara.
Á ÁDalam perkara korupsi pengadaan alat cuci darah tersebut,
Rukiyah dinilai telah merugikan keuangan negara sebesar Rp118 juta
lebih dan potensi kerugian negara sebesar Rp180.181.818.
Á ÁRukiyah yang dalam sidang pembacaan putusannya itu didampingi
kuasa hukumnya menyatakan pikir©pikir dulu dengan keputusan hakim.
Á ÁSidang Rukiyah tidak mendapat perhatian dari masyarakat
Tabalong. Mulai awal sidang hingga sidang untuk membacakan putusan
terhadap dokter gigi itu, hampir tidak ada masyarakat yang melihat,
hanya kerabat dekatnya saja yang hadir itupan paling banyak tiga
orang.
Á ÁSelain divonis penjara oleh majelis hakim PN Tanjung, Rukiyah
juga terancam dipecat dari statusnya sebagai pegawai negeri sipil
(PNS) di lingkungan Pemkab Tabalong, karena beberapa orang PNS yang
juga tersandung kasus serupa sudah diberhentikan sebagai PNS
sebagai sanksi dari korpsnya. Ã Ãale/adi

No comments: