Monday, October 11, 2010

LVRI Minta Tanah Dikembalikan

MARTAPURAÄ Ä © Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI) Cabang Kalsel
meminta kepada Pemkab Banjar agar tanah mereka yang kini menjadi
sengketa dalam kasus eks Pabrik Kertas Martapura (PKM) agar
dikembalikan kepada LVRI Kalsel.
Á ÁHal ini ditegaskan anggota Tim Sembilan Penyelesaian Masalah
Tanah PKM, Wahyuni kepada Mata Banua, Senin (11/10).
Á ÁMenurut Wahyuni tanah milik LVRI Kalsel itu meliputi dari
sekolah dasar, Pusat Perbelanjaan Sekumpul (PPS), Polsek Martapura,
dan Rumah Sakit Ratu Zalecha, termasuk tanah kosong di belakang
rumah sakit, dekat sekolah dan PPS tersebut.
Á Á"Untuk tanah yang di atasnya sudah dibangun rumah sakit kami
mungkin dapat menghibahkannya, tapi untuk yang lain tentu kami
harus membicarakannya dengan pemkab," ujar Wahyuni.
Á ÁWahyuni menandaskan, pihaknya untuk saat ini memang belum
mengajukan gugatan terhadap pemkab di bawah kepemimpinan Bupati
Khairul Saleh, karena lebih memilih menyelesaikannya dengan
musyawarah.
Á Á"Untuk menggugat kami belum sampai ke sana tapi minta tanahªtanah itu dikembalikan dengan cara damai, mana yang sudah terpakai
tentunya harus dibicarakan," katanya.
Á ÁTerkecuali apabila pemkab tidak ada itikad untuk mengembalikan
tanah itu ke LVRI Kalsel, maka pihaknya akan melakukan gugatan,
karena pihaknya memiliki bukti yang kuat atas kepemilikan tanahªtanah tersebut, papar Wahyuni.
Á Á"Kami memiliki bukti yang kuat kepemilikan tanah yang luasnya
sekitar 25 hektare itu," imbuh Wahyuni yang juga anak seorang
Veteran H Masrani ini.
Á ÁSebelumnya, Kepala Biro Bidang Ideologi, Politik dan Keamanan
LVRI Kebupaten Banjar, H Mulyadi di Martapura, Minggu (17/7)
menuturkan, mereka hanya menuntut agar hak mereka atas tanah milik
veteran pejuang itu dikembalikan karena mereka mempunyai bukti
kepemilikan sah atas tanah tersebut.
Á ÁApabila Pemkab Banjar tidak bisa mengupayakan untuk
mengembalikan hak tanah mereka maka pihak LVRI akan berjuang
demi merebut hak atas tanah itu.
Á ÁMulyadi juga mengatakan, tanah milik LVRI itu sebelum
digunakan oleh pihak PT Golden yang hanya mempunyai hak guna
bangunan (HGB) sejak tahun 1980 dan sekarang HGB tersebut sudah
berakhir.
Á ÁNamun sayangnya dalam pelaksanaan ganti rugi yang dilakukan
Pemkab Banjar pada waktu itu tidak melibatkan LVRI Kalsel sebagai
pemilik tanah seluas 35 hektare tersebut.
Á ÁSebelumnya tanah milik LVRI itu dibangun PKM. LVRI menuntut
tanah tersebut berdasarkan bukti surat kepemilikan tanah.
Á ÁPihak LVRI diamanahi untuk merebut kembali tanah eks PKM itu
yang sekarang diduga dibagi menjadi tiga tempat diantaranya tanah
yang dibangun Rumah Sakit Ratu Zaleha, Pasar Sekumpul dan sarang
burung walet tepat di belakang RS Ratu Zaleha.
Á ÁMulyadi menambahkan, lahan eks PKM dulunya milik LVRI namun
pada saat berjalan, mengalami kendala maka oleh pemerintah pusat
diserahkan kepada PT Golden dengan status HGB.
Á ÁTapi sayangnya, ucap Mulyadi yang juga Wakil Ketua Pembela
Veteran, pemerintah setempat hanya mengganti rugi dengan pihak PTÔ h) 0*0*0*° ° ÔŒGolden bukan dengan LVRI Kabupaten Banjar yang berada di Martapura.
Á ÁLahan PKM itu dulunya dibeli oleh anggota veteran bernama Yusi
selaku ketua pembebasan lahan dan diketahui oleh Camat Martapura
Bahrin dan waktu itu yang menjadi Asisten Wedana adalah Zainal.
Á ÁPihak LVRI Banjar optimistis atas tuntutan hak atas tanah
tersebut dikarenakan kasasi LVRI terhadap lahan PKM itu dikabulkan
oleh pihak Mahkamah Agung.
Á ÁRencananya apabila kasus lahan PKM ini dapat diperjuangkan dan
dimenangkan oleh pihak LVRI maka hasilnya akan dibagi rata untuk 12
kabupaten/kota di Kalsel, lanjut Mulyadi
Á ÁKesejahteraan dan perhatian pemerintah terhadap para veteran
penjuang cukup minim, untuk itu diharapkan pemerintah setempat bisa
memperhatikan kesejahteraan anggota pembela veteran yang kini
tinggal sekitar 900 orang, ucap Mulyadi.Ã Ã dio/adi

No comments: