Tuesday, October 5, 2010

Lihan Dituntut 13 Tahun

MARTAPURAÄ Ä © Terdakwa Lihan dalam agenda sidang tuntutan, Selasa
(5/10) sore dituntut jaksa penuntut umum (JPU) Fadlan SH, hukuman
13 tahun penjara, denda Rp10 miliar subsidair enam bulan kurungan,
karena dianggap telah melanggar pasal yang dituduhkan kepada mantan
pengusaha sukses tersebut.
Á ÁLihan sendiri dituntut dalam agenda sidang yang dipimpin ketua
majelis hakim Edy Suwanto SH tersebut, karena dianggap melanggar
pasal 372 KUHP tentang penggelapan, kemudian UU Perbankan Syariah
dan Bank Indonesia serta Tindak Pidana Pencucian Uang.
Á ÁAtas tuntutan tersebut, majelis hakim meminta kesiapan
penasihat hukum terdakwa untuk melakukan pembelaan, yang akhirnya
disepakati agenda tersebut dilakukan pada Jumat (8/10), pukul 09.00
Wita.
Á ÁLihan langsung keluar dari ruang sidang usai agenda tuntutan
tersebut menuju mobil tahanan, sementara para nasabah yang setia
mengikuti prosesi sidang dari awal, tidak dapat menutupi
kekecewaannya, mereka langsung bereaksi keras.
Á Á"Koruptor saja yang banyak merugikan negara tidak dituntut
lama seperti ini, kenapa Lihan yang nyata©nyata tidak koruptor
dituntut 13 tahun," ujar salah seorang nasabah dengan nada tinggi.
Á ÁMenurutnya, Lihan bukanlah koruptor yang merugikan mereka,
karena dana yang dihimpun adalah uang masyarakat, bukan uang negara
dan JPU keterlaluan melakukan tuntutan 13 tahun.
Á Á"Kami mohon penegakan hukum betul©betul dilaksanakan dan
meminta majelis hakim agar terdakwa dibebaskan dari hukumannya,"
ujar nasabah lain.
Á ÁMenurutnya, kebebasan Lihan sangat diperlukan karena disamping
terdakwa tidak bersalah, dia juga bersedia mengembalikan uang
nasabah, namun itikad baik ini malah berujung penahanannya.
Á Á"Lihan sendiri melakukan bisnis intan dengan modal Rp800
miliar, keuntungan Rp200 miliar, profit tersebut yang dibagikan
kepada kami, dan bila sempat macet, itu memang karena bisnisnya
belum rampung, tapi sudah keburu ditahan," ujar nasabah lainnya.
Á ÁDisinggung soal tuduhan pencucian uang, para nasabah juga
mengelak akan kegiatan tersebut. Menurut mereka Lihan tidak
melakukan money laundry yang diyakini JPU hingga kini. Ã Ãdio/adi

No comments: