Friday, October 1, 2010

Kejari Segera Tangani Laporan Korupsi

BANJARBARUÄ Ä © Jajaran Kejaksaan Negeri (Kejari) Banjarbaru,
menyatakan serius menangani laporan terkait kasus tindak pidana
korupsi yang berpotensi menimbulkan kerugian keuangan negara.
Á Á"Kami serius menangani dugaan kasus korupsi melalui tindak
lanjut terhadap setiap informasi dan laporan yang disampaikan
masyarakat," ujar Kepala Kejaksaan Negeri Banjarbaru, Shady Munli
Maje Togas di Banjarbaru, Kamis (30/9).
Á ÁSalah satu bukti keseriusan menindaklanjuti laporan masyarakat
tergambar dari hasil penyelidikan dan penyidikan hingga mampu
mengungkap dugaan tindak pidana korupsi di Balai Latihan Kerja
(BLK) Provinsi Kalsel.
Á ÁKasus korupsi yang berhasil diungkap di unit kerja di bawah
naungan Dinas Tenaga Kerja Banjarbaru itu adalah proyek pengadaan
peralatan pendidikan dan keterampilan yang menggunakan dana APBD
Kalsel tahun 2009.
Á ÁPerkembangan penyidikan menemukan selisih harga dalam
pembelian peralatan dengan total pagu sebesar Rp1,3 miliar sehingga
potensi kerugian keuangan negara diperhitungkan lebih Rp240 juta.
Á ÁAtas bukti©bukti itu, penyidik Kejari telah menetapkan tiga
orang tersangka yakni Kuasa Pengguna Anggaran yang juga Kepala BLK
berinisial HG, Ketua Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) berinisial
SGT dan Ketua Panitia Pengadaan, GS.
Á ÁDikatakan, pihaknya siap menerima laporan dan informasi dari
pihak mana pun dan siap menindaklanjuti sepanjang laporan dan
informasi itu benar dan bisa dipertanggungjawabkan.
Á Á"Setiap laporan dan informasi masyarakat dan pihak mana pun
siap ditindaklanjuti namun diharapkan laporan dan informasi itu
benar dan dapat dipertanggungjawabkan sehingga penyelidikan bisa
dilaksanakan," katanya.
Á ÁSoal target penanganan kasus korupsi, dikatakan, pihaknya
tidak memasang target namun siap menyelidiki dan mengembangkan
kasusnya sehingga penyimpangan yang berpotensi merugikan keuangan
negara bisa ditangani tuntas.
Á ÁDitambahkan, kinerja jajaran Kejari Banjarbaru dalam menangani
berbagai perkara khususnya tindak pidana korupsi diyakini lebih
maksimal seiring perputaran pejabat yang menempati posisi strategis
di korps Adhyaksa itu.
Á ÁPosisi yang diisi pejabat baru adalah Kasi Intelijen yang
dipercayakan kepada Aditya menyusul pergantian dua kepala seksi
yakni Kasi Pidana Umum dan Kasi Pidana Khusus yang diganti dalam
waktu dekat.
Á Á"Harapan kami pejabat baru yang menempati posisi baru itu
mampu menunjukkan kinerja maksimal dalam menangani setiap perkara
sehingga kinerja jajaran Kejari Banjarbaru secara keseluruhan
dinilai baik," katanya.Ã Ã ant/adi

No comments: