Sunday, October 3, 2010

Kayu Asal Sampit Mau Dibongkar Sebelum Ke Tujuan?

BANJARMASINÄ Ä © Ribuan kubik kayu yang dimuat dalam tongkang KGU II
dan ditarik TB Batara I asal Sampit diduga bermasalah. Kayu
berjenis meranti dan rimba campuran ini dibawa dan tiba di
perairan Alalak Selatan dan Tengah sejak 29 september 2010 ini
diduga bermasalah.
Á ÁIsu yang berkembang, kayu yang berdokumen itu mau dibongkar
oleh oknum©oknum tertentu sebelum sampai ke tujuan UD Alalak Sakti.
Sebagian warga Alalak berharap agar tim illegal logging untuk
memantau dan mengawasi kayu tersebut hingga sampai tujuan.
Á ÁDari informasi, kayu©kayu itu dilengkapi dokumen. Satu dokumen
menyatakan kayu berasal dari PT Tri Buana Rama dengan tujuan UD
Alalak Sakti di Alalak Tengah RT 10 Banjarmasin Utara. Masingªmasing dokumen dilengkapi keterangan asal kayu yakni untuk dokumen
No: PT KTR.A.003416 berasal dari TPK Antara Kabuau Sampit dengan
jumlah log sebanyak 324 jenis meranti atau setara 2.131,30 kubik
dan 51 batang jenis rimba campuran setara 248,13 kubik.
Á ÁSedangkan untuk dokumen yang satunya lagi, No: PT.
KTR.A.003435 berasal dari TPK Antara Tanah Runtuh Sampit dengan
jumlah log sebanyak 124 batang meranti atau setara 934,48 kubik,
dan 7 log rimba campuran setara 38,10 kubik, atau dengan total
nilai keseluruhan sebanyak Rp4 miliar.
Á ÁMenurut H Maulana (H Imau), kayu©kayu ini pada tanggal 30
September 2010 lalu telah diperiksa tim illegal logging dari
instansi terkait dan telah dinyatakan tidak ada masalah karena
seluruh dokumen lengkap.
Á Á"Yang kami khawatirkan, kami mendapat sinyalemen ada oknum
tertentu yang mau mengolah kayu itu sebelum sampai ke UD Alalak
Sakti. Makanya melalui media massa ini dan juga piket di Dit
Reskrim Polda Kalsel, kami meminta aparat dari tim untuk terus
melakukan pemantauan dan pengawasan tongkang tersebut agar tidak
bongkar dan kayunya diolah di tempat lain selain UD Alalak Sakti.
Pasalnya, kalau kayu©kayu log itu diolah di tempat lain, maka akan
terjadi pelanggaran karena diolah tanpa disertai dokumen tujuan
kayu," kata H Imau , pimpinan UD Alalak Sakti.
Á ÁDari segi hukum, tambahnya, jika kayu©kayu log itu tetap
diolah di tempat lain, maka terjadi pelanggaran Permenhut No
55/Menhut©II/2006 yang berbunyi bahwa kayu diolah bukan di tempat
tujuan adalah melanggar ketentuan.
Á Á"Jika tidak dilakukan pengawasan sesuai ketentuan, hingga
terjadi pelanggaran Permenhut No 55 tersebut, maka hari Rabu (6/10)
nanti, kami Keluarga Besar Alalak (Kebal) akan berunjuk rasa ke
kantor Gubernur Kalsel, dan saat itu juga kami akan membakar semua
perizinan," ancamnya.
Á ÁMenurutnya, buat apa ada dokumen kalau dalam praktiknya tidak
disertai pengawasan yang ketat dari aparat terkait. Ã Ãadi

No comments: