Thursday, October 14, 2010

Jika Pidana Itu Kewenangan Penyidik

BANJARMASIN Ä Ä© Rabu (13/10), H Maulana alias H Imau, pemimpin
Keluarga Besar Alalak (Kebal) melakukan konsultasi dengan Dir
Reskrim Polda Kalsel Kombes Pol Mas Guntur Laupe dan jajaran Sat IV
guna mencari jalan keluar dari situasi panas di Alalak.
Á ÁH Imau saat jeda pertemuan mengungkapkan, memang pihak Polda
Kalsel sedang melakukan upaya mediasi antara pihaknya dengan pihak
H Mukhlis yang sedang bersoal terkait ribuan meter kubik kayu.
Á Á"Nanti pukul 08.00 malam pertemuan dilanjutkan dengan
menghadirkan saya dan H Mukhlis ditengahi Dir Reskrim di sini,"
ujar H Imau.
Á ÁDisinggung apakah dirinya akan melaporkan soal pelanggaran
pidana dalam soal pengiriman kayu log yang ternyata dibongkar di
sawmill milik H Mukhlis, H Imau mengatakan bahwa hal itu tergantung
penyidik.
Á Á"Mengenai apakah masalah pengiriman kayu yang tak sesuai
tujuan mengandung unsur pidana, terserah penyidik untuk menilainya
dan menindaklanjutinya," tukasnya.
Á ÁH Imau malah mempertanyakan kapasitas pihak lain yang mencoba
ikut campur persoalan tersebut. Menurutnya, ikut campurnya pihak
lain yang tak terkait persoalan, justru akan membuat masalah di
Alalak semakin runyam.
Á ÁPria pemilik UD Alalak Sakti ini mengaku bersedia berunding
dengan H Mukhlis, asalkan kesepakatan yang dicapai tidak untuk
melawan hukum. "Intinya, jangan bersepakat untuk melawan hukum,"
tegasnya.
Á ÁSebagaimana diketahui, situasi di Alalak semakin memanas
menyusul polemik kayu log 3.000 meter kubik lebih yang dibongkar
sebelum sampai ke tujuannya.
Á ÁAda du pasang spanduk di kawasan Alalak Tengah dan Alalak
Utara. Ada spanduk berbunyi, 'Selamat Datang Pendemo, Kami Siap
Menunggu' dan 'Didemo, Siapa Takut.??!!,'.
Á ÁSpanduk dipasang Keluarga Besar Alalak (Kebal) tersebut,
diduga untuk menanggapi isu demo yang dimotori H Mukhlis dan H
Rusli, Kamis (14/10) mendatang.
Á ÁMenurut H Maulana alias H Imau ketua Kebal, demo itu hanya
untuk mengalihkan isu kasus kayu log ribuan kubik yang dibongkar
di UD Antik Prima (H Mukhlis) sebelum tiba di tempat tujuan sesuai
dokumen di UD Alalak Sakti (H Imau).
Á ÁH Imau menegaskan agar aparat keamanan tidak terkecoh dengan
isu demo tersebut, karena aturan hukum harus ditegakkan khususnya
dalam pendistribusian kayu tersebut.
Á ÁH Imau bahkan mengaku tidak gentar dengan rencana demo ke
tempatnya tersebut. "Jangankan seribu, berapa ribu pun kami
hadapi," tegasnya.
Á ÁIa berharap agar aparat hukum serius menangani dugaan
pelanggaran UU No 41 Tahun 1999 tentang Kehutanan di tempat H
Mukhlis dan tongkang yang kini di©police line. Karena biar
bagaimanapun, untuk proses hukum yang kini ditangani Sat IV Dit
Reskrim Polda, akan terus dipantau pihaknya.
Á ÁH Imau mengingatkan, agar pihak©pihak yang tidak tahu duduk
permasalahan seperti H Rusli, agar jangan ikut campur danÔ h) 0*0*0*° ° Ô terpengaruh dengan hasutan H Mukhlis. Ã Ãadi

No comments: