Sunday, October 3, 2010

Ambil Ineks Di THM Nasa

BANJARMASINÄ Ä © Memiliki profesi pekerjaan ganda bisa membuat orang
cepat kaya, mungkin itu yang membuat tukang ojek Sur alias Undul
(28), nekat mencari biaya tambahan buat hidup menjadi kurir narkoba
jenis ineks. Namun usaha itu pupus, saat ia diciduk petugas Unit
Idik II Sat Narkoba Mapolresta Banjarmasin, di Jl Nagasari RT 2
Kertak Baru Banjarmasin Tengah, Jumat (1/10) pukul 22.40 Wita.
Á ÁSaat tengah santai menunggu pembeli di sebuah warung dekat
Grand Diskotik Jl Nagasari Banjarmasin, warga Jl Nagasari RT 2
Banjarmasin Tengah ini hanya bisa pasrah saat disergap petugas Unit
Idik II pimpinan Ipda Andre Hutagalung. Ketika digeledah, di
tubuhnya ditemukan dua butir ineks logo 'Mahkota' warna pink, tak
lama ia kemudian digiring ke Mako Mapolresta Banjarmasin.
Á ÁDikatakan Kasat Narkoba Mapolresta Banjarmasin Kompol
Christian Rony SIK, melalui Kanit Idik Iinya Ipda Andre Hutagalung
SH, Minggu (3/10), pelaku diciduk dari sebuah warung dekat Grand
Diskotik Banjarmasin. "Dari tangannya kita sita dua butir ineks
logo 'Mahkota' warna pink. Semua berdasarkan informasi masyarakat
di warung itu sering berlangsung transaksi narkoba," katanya.
Á Á"Saat petugas sedang hunting menyisir Kota Banjarmasin, tepat
di Jl Nagasari RT II, petugas saya melihat pelaku sedang duduk
minum di warung itu. Setelah didekati ternyata ia memang salah satu
kurir yang sudah masuk target operasi (TO) kita. Lantas digeledah,"
bebernya.
Á Á"Dari tangannya, kita temukan dua butir ineks logo 'Mahkota'
warna pink. Sayang, saat kita upayakan pegembangan ke pemilik ineks
tak membuahkan hasil, pengedar ternyata sudah terlebih dahulu kabur
sebelum petugas menciduknya," tambahnya.
Á ÁPelaku akan dijerat pasal 114 ayat (1) UU RI No 35 Tahun 2009
tentang Narkotika minimal lima tahun penjara. Saat ini ia sudah
menginap di sel tahanan Mapolresta Banjarmasin, guna
mempertanggungjawabkan perbuatannya.
Á ÁDi hadapan wartawan, Sur alias Undul (28) mengakui, ia
terpaksa nyambi jadi kurir ineks karena terdesak buat biaya
kebutuhan hidup. "Penghasilan jadi tukang ojek sangat sedikit,
sebelumnya teman cari barang minta dibelikan ineks padahal sudah
saya tolak dan ia maksa terus akhirnya saya mau," katanya.
Á Áineks logo 'Mahkota' dipesan dua butir seharga Rp600 ribu,
satu butir Rp300 ribu. "Saya biasanya ambil ineks di THM Nasa
dengan seseorang yang tubuhnya pendek gemuk, saya tak kenal namanya
namun kenal orangnya. Usai beli malah saya dikasih bonus Rp20
ribu," cetusnya.
Á Á"Padahal saya sudah lama tak jadi kurir ineks dan ini baru
yang keduakalinya dalam minggu©minggu ini. Itupun terpaksa karena
teman saya selalu maksa minta dicarikan pil ineks. Ternyata
hasilnya saya malah diciduk petugas polisi," sesalnya. Ã Ãzal/adi

No comments: