Monday, October 25, 2010

4 Oknum Mahasiswi LP3I Terjaring Narkoba

BANJARMASINÄ Ä © Buntut tertangkapnya pelaku sabu yang sedang
tertangkap tangan ngisap sabu di kamar 321 Hotel Kharisma
Banjarmasin, oleh petugas gabungan Sat Narkoba, ternyata juga
membawa empat oknum mahasiswi LP3I semester I di Banjarmasin
bersama dua temannya saat berada di Hotel Kharisma di kamar 302 di
Jl KS Tubun Banjarmasin, Minggu (24/10) sekira pukul 04.30 Wita.
Á ÁPetugas curiga saat melihat ada yang turun dari tangga hotel
dengan Jalan sempoyongan, yakni Echa (19), warga Jl Teluk Tiram
Banjarmasin dan Res (19), warga Kalteng, hingga tiga temannya yang
lain, Ang (19), warga Martapura, Devi (18), warga Batulicin serta
Nur (18), warga Pelaihari, dan Rina (19), warga Jl 9 Oktober Gang
Jama'ah Banjarmasin ikut diamankan.
Á ÁDari informasi, digiringnya empat oknum mahasiswi LP3I
Banjarmasin bersama dua temannya bukan anak kuliahan oleh polisi,
saat petugas gabungan dari Unit I dan Unit II melakukan razia di
Hotel Kharisma Banjarmasin. Diduga di sana sering berlangsung pesta
narkotika dan peredaran barang narkotika hingga satu pengunjung
tertangkap tangan sedang menikmati sabu di kamar 321.
Á ÁKeenamnya sempat menginap di Sat Narkoba. Karena tak cukup ada
bukti barang narkotika, mereka berlima dipulangkan ke rumah masingªmasing, dengan catatan mereka masih dikenakan wajib lapor Senin dan
Kamis, walaupun salah satu oknum mahasiswi Res saat tes urine
dinyatakan negatif mengonsumsi narkotika, sedangkan lima lainnya
positif mengonsumsi narkotika.
Á Á"Keenamnya terpaksa kita pulangkan ke rumah masing©masing,
karena tak ada bukti kepemilikan narkotika. Dari lima yang diduga
mengonsumsi narkotika dites urine positif. Hanya satu yang negatif
mengonsumsi narkotika," kata Kasat Narkoba Mapolresta Banjarmasin
Kompol Christian Rony SIK melalui Kanit Idik I Iptu Hady Saputra
Siagian SH, kemarin.
Á Á"Diketahui dari pengakuan keenamnya, dua sipil dan empat oknum
mahasiswi itu, mereka baru pulang dari Grand Diskotek dan mampir ke
Hotel Kharisma, menemui temannya Rina yang terlebih dahulu ada di
kamar itu bersama pacarnya. Karena tak cukup bukti dan sudah satu
kali dua puluh empat jam diperiksa, sambil menunggu hasil tes
dengan sangat terpaksa mereka kita pulangkan dengan masih dikenakan
wajib lapor Senin dan Kamis," pungkas Kompol Christian Rony SIK. Ã Ã
10 paket
Á ÁÄ ÄSementara itu, jajaran Sat I Dit Narkoba Polda Kalsel
menangkap Kam (21), warga Jl Pekapuran Raya Gg Keramat RT 26 karena
kedapatan menyimpan 10 paket sabu dengan berat kotor 5,38 gram.
Á ÁUniknya, 10 paket sabu itu disimpan tersangka di dalam sebuah
botol yang disembunyikan lagi di kolong rumah.
Á ÁAwalnya, menurut Dir Narkoba Kombes Pol Agus Budiman Manalu,
tersangka diinformasikan kerap mengedarkan sabu. Kemudian polisi
melakukan penggeledahan, Jumat (22/10) sekitar pukul 16.30 Wita.
Á ÁMeski tersangka mengelak, polisi berhasil menemukan barang
bukti di dalam sebuah botol yang diletakkan tersangka di bawah
rumah.
Á ÁKam alias Amai kepada polisi mengaku, ia sehari sebelumnya
membeli barang haram tersebut sebanyak 4 gram dari Mansyah, seorang
warga Banjarbaru. "Sabu itu kemudian saya pecah menjadi 10 paket
sabu. Bisnis ini terpaksa saya jalankan karena tak ada pekerjaan,"Ô h) 0*0*0*° ° Ô ujarnya.Ã Ã zal/adi

No comments: