Thursday, September 2, 2010

Walikota Jawab Somasi PWI

BANJARMASIN © Walikota Banjarmasin H Muhidin akhirnya secara resmi
menyampaikan jawaban tertulis terhadap somasi PWI Kalsel yang
diterima PWI Kalsel pada 25 Agustus 2010 tadi. Muhidin dengan
lapang dada menyampaikan permohonan maaf atas perkataannya yang
sempat menyinggung profesi wartawan.
Á ÁKamis (2/9), Sekretaris PWI Kalsel Zaenal Helmi mengakui bahwa
H Muhidin sudah menyampaikan jawaban terhadap somasi PWI Kalsel.
"Kita memang sudah menerima jabawan Pak Muhidin terhadap somasi
kita, Senin (27/8) tadi. Intinya beliau meminta maaf atas perkataan
yang beliau sampaikan yang ternyata sempat menyinggung wartawan,"
ujar Helmi.
Á ÁMenurut Helmi, dengan jawaban sekaligus permintaan maaf
tersebut, berarti tuntutan dari somasi sudah dilaksanakan. "Manusia
tentu tak lepas dari khilaf. Semoga hal ini menjadi hikmah bagi
semuanya, termasuk para wartawan agar lebih mawas diri dan
proporsional dalam menyampaikan berita," ucapnya.
Á ÁDitambahkan, somasi itu sebagai acuan agar semua pihak bisa
menghargai profesi wartawan yang sebenarnya hampir sama dengan
profesi lainnya di masyarakat.
Á Á"Mudah©mudahan tak lagi terjadi hal yang bisa merenggangkan
hubungan baik antara narasumber dengan wartawan," harapnya.
Á ÁMenurutnya, jika ternyata Muhidin ke depannya masih melakukan
atau melecehkan profesi wartawan, maka PWI Kalsel dengan terpaksa
akan menempuh jalur hukum, baik perdata maupun pidana.
Á ÁDalam surat resmi berisi jawaban somasi itu, berkop Walikota
Banjarmasin dan bernomor 080/116/Umum/2010 tertanggal 25 Agustus
2010.
Á ÁMuhidin mengatakan, sehubungan somasi (peringatan) PWI Kalsel
Nomor: 627/Sekr/PWI©KS/VIII/2010 tanggal 23 Agustus 2010,
sehubungan bulan Ramadhan yang penuh berkah, ia secara pribadi
mapupun sebagai walikota memohon maaf yang sedalam©dalamnya atas
perkataan yang menyinggung wartawan pada sesi wawancara 16 Agustus
2010 lalu.
Á ÁMenurut Muhidin, tak ada niatannya untuk melecehkan profesi
seorang wartawan. Ia mengakui sebagai manusia tak lepas dari
kelemahan dan kekurangan. Ia mengucapkan terima kasih kepada
wartawan yang telah melakukan koreksi dan mengingatkannya bahwa
selaku pejabat negara, setiap perkataan akan menjadi penilaian
masyarakat.
Á ÁSelain menyampaikan permohonan maaf ini, lanjutnya, ia juga
secara informal sudah meminta maaf kepada wartawan di Pemko
Banjarmmasin, termasuk langsung ke PWI Kalsel di Jl P Hidayatullah,
Banjarmasin.
Á ÁMuhidin berharap, kejadian tersebut dapat menjadi hikmah dan
menjadi awal tali silaturahmi untuk menjalin hubungan yang lebih
baik lagi ke depannya.
Á ÁMuhidin diprotes wartawan dan harus mendapat somasi akibat
menyatakan bahwa wartawan banyak berdosa karena menyampaikan berita
yang tidak adil dan berimbang.Ã Ã adi

No comments: