Thursday, September 16, 2010

SHM No 21/1972 Sudah Disita

BANJARMASINÄ Ä © Belakangan, pihak Dit Reskrim Polda Kalsel mengakui
kalau SHM 21/1972 yang dikuasai H Muhidin, sudah disita. Bahkan,
SHM yang bermasalah tersebut sudah diperiksa di Lab Forensik Polda
Jatim, Surabaya. Hasilnya dikabarkan sudah ada di Polda Kalsel
namun, dengan alasan masih sibuk, berkas belum dipelajari.
Á ÁRabu (15/9), Dir Reskrim Kombes Pol Mas Guntur Laupe mengakui
bahwa dokumen SHM 21/1972 yang dibawa ke Lab Forensik Polda Jatim
bukan salinan atau fotokopi, melainkan SHM yang 'otentik'. "Tentu
saja untuk pemeriksaan, SHM yang asli yang dikirim. Yang di tempat
kita sekarang memang salinannya yang dilegalisir," ungkap Guntur.
Á ÁDisinggung bagaimana hasil lab, Guntur mengatakan bahwa
hasilnya sudah sampai ke unit yang dipimpin AKP Alex Soewardi.
Á Á"Saya kebetulan masih belum mendapat laporan tentang bagaimana
hasilnya. Coba cek aja ke Pak Alex," ungkapnya.
Á ÁKetika dikonfirmasi, AKP Alex Soewardi mengakui kalau ada
hasil pemeriksaan lab, namun karena dirinya sakit selama dua hari
terakhir, sehingga hasil itu belum dibuka.
Á Á"Kebetulan dua hari terakhir saya sedang sakit, jadi belum ke
kantor, dan belum membuka berkas hasil pemeriksaan lab. Nanti,
hasil itu akan dibawa ke gelar perkara," akunya.
Á ÁDitambahkan Alex, dalam waktu dekat, SHM 21/1972 itu akan
dikirim kembali ke Lab Forensik Polda Jatim untuk diperiksa
kembali. "Ini sesuai dengan petunjuk jaksa dalam P©19, ada yang
perlu diperiksakan kembali soal keasliannya," cetusnya.
Á ÁSebelumnya, Ketut Bagiada SH, kuasa hukum Nirwanati, selaku
pelapor dalam kasus penyerobotan lahan di Jl A Yani Km 17 Gambut
menyayangkan, kenapa pihak Dit Reskrim Polda Kalsel mau menerima
salinan alias fotokopi SHM No 21/1972 yang diberikan H Muhidin
untuk diperiksa oleh Lab Forensik Polda Jatim.
Á ÁMenurut Bagiada lagi, SHM yang diduga palsu tersebut yang
awalnya milik terlapor, Emmy (tersangka) dan kini sedang berada di
tangan Muhidin, semestinya diserahkan ke polisi untuk diteliti
keasliannya.
Á Á"Untuk kepentingan itu, yang bersangkutan semestinya
menyerahkan dokumen asli, bukan salinan apalagi fotokopi. Sebab,
salinan dokumen itu tidak mewakili dokumen asli untuk kepentingan
penyidikan, walaupun dilegalisir oleh seribu notaris sekalipun,"
tandasnya.
Á ÁEmmy, warga Banjarbaru dilaporkan Nirwanati (68), warga Jl
Pulo Mas III A/9 RT 004 RW 012 Kelurahan Kayu Putih Kecamatan Pulau
Gadung Jakarta Timur karena diduga sudah merugikan pelapor, setelah
memalsukan SHM No 21/1972.
Á ÁKuasa hukum Nirwanati, Ketut Bagiada SH yang berkantor Jl Hang
Tuah No 34A Sanur, Denpasar, Bali menerangkan kepada pers, akibat
tindakan Emmy, kliennya mengalami kerugian hingga Rp2 miliar,
akibat tanah miliknya di Jl A Yani Km 17,45 Gambut, Kabupaten
Banjar sesuai SHM Nomor 537, pengeluaran Sertifikat Sementara
tanggal 10 Nopember 1977, di Desa Gambut, Kecamatan Gambut,
Kabupaten Banjar, Gambar Situasi No 602/77 seluas 10.000 meter
persegi atas nama Nirwanati, diserobot Emmy.
Á ÁDari hasil penelitian tim ad hoc yang ditandatangani Kepala
Bidang Pengkajian dan Penanganan Sengketa, Konflik dan Perkara
Pertanahan Amir Machmud Tjiknawi SH MH, diduga kuat SHM No 21/1972Ô h) 0*0*0*° ° Ô atas nama Miansyah palsu atau hasil menyontek SHM No 21/1972 atas
nama L Koenoem yang letak tanahnya di Jl A Yani Km 13,600.
à Ãadi

No comments: