Thursday, September 30, 2010

Liong Divonis 17 Tahun Penjara

BANJARMASINÄ Ä © Terbukti bersalah atas kasus kepemilikan sabu 1 kg,
akhirnya terdakwa Naga Sariawan Cipta Rimba alias Liong Liong (34)
divonis 17 tahun penjara dengan denda Rp3 miliar subsidair satu
tahun penjara oleh majelis hakim Pengadilan Negeri (PN)
Banjarmasin, Rabu (29/9).
Á ÁSidang yang dipimpin ketua majelis hakim M Irfan SH MH
didampingi hakim anggota Suswati SH dan Eko Purnomo SH mengenakan
terdakwa telah melanggar tindak pidana dalam pasal 114 ayat (2) UU
No 35 Tahun 2009 tentang Narkotika untuk dakwaan primair.
Á ÁVonis ini lebih ringan dari tuntutan jaksa penuntut umum (JPU)
yang menjerat terdakwa dengan tuntutan 20 tahun penjara dengan
denda Rp5 miliar subsidair dua tahun penjara.
Á ÁTerdakwa yang biasanya didampingi penasihat hukum Dana Hanura
SH, nampak hanya didampingi penasihat hukum Abdul Rasyid SH dan
Dony.
Á ÁJPU yang hadir dipersidangan Cipi Perdana SH dan Alpha Fauzan
SH bertetapan bahwa dalam fakta©fakta di persidangan dalam
keterangan para saksi yang sudah dihadirkan di sidang sudah
memperkuat pembuktian. JPU menjerat terdakwa terbukti bersalah.
Á ÁHal©hal yang jadi pertimbangan majelis hakim dalam memutuskan
perkara terdakwa yakni perbuatan terdakwa tidak mendukung program
pemeringah dalam memberantas peredaran narkotika. Sedangkan yang
meringankan terdakwa mempunyai tanggungan keluarga dan terdakwa
berlaku sopan di persidangan.
Á ÁAtas putusan majelis hakim pengadilan ini, terdakwa yang
didampingi penasihat hukumnya menyatakan banding, begitu juga JPU
menyatakan banding atas vonis yang diberikan pada terdakwa Liong.
Á ÁUsai sidang orang tua dan istri Liong berteriak tidak terima
atas vonis majelis hakim pengadilan. "Saya tidak terima atas vonis
yang diberikan, kita akan banding," ujar istrinya Liong sambil
berlalu mendampingi terdakwa Liong keluar sidang pengadilan.
Á ÁKronologis kejadiannya, ketika pada Selasa 22 Desember 2009
sekitar pukul 16.00 Wita, bertempat di Toko Putra Jaya Motor Jl A
Yani Km 7 RT 4 Kelurahan Kertak Hanyar, terdakwa menerima narkotika
golongan I.
Á ÁSaksi Poli Purnama (PNS Ditjen Bea Cukai Bandara Soekarno
Hatta), tergabung dalam Satgas BNN RI di bagian penyidik mencurigai
adanya barang kiriman kotak kardus dengan alamat pengirim Cahaya
Motor Sawah Besar 44 dengan tujuan Banjarmasin melalui kiriman PT
Adam Jaya Sakti.
Á ÁSetelah dilakukan pengetesan hasilnya positif mengandung
metamfetamina. Selanjutnya saksi Poli berkoordinasi dengan BNN
Pusat dan Dit Narkoba Polda Kalsel.
Á ÁPada hari Selasa 22 Desember 2009 pukul 16.00 Wita bertempat
di Toko Putra Jaya Motor Jl A Yani Km 7 petugas kepolisian menyamar
menjadi petugas PT Adam Jaya mengantarkan kiriman barang berupa
paket berbentuk kardus ditujukan ke Toko Putra Jaya dan diterima
oleh terdakwa dan disimpan di meja kerja terdakwa. SelanjutnyaÔ h) 0*0*0*° ° Ô petugas dari Dit Narkoba Polda Kalsel meminta terdakwa untuk
membuka barang kiriman yang baru diterimanya.
Á Á Ternyata berisi sebuah kotak besi hitam merk Krisbow yang
berisi bungkusan plastik hitam berisi 10 paket SS berat 99,0 gram,
108,9 gram, 110,1 gram, 105,8 gram, 106,1 gram, 108,8 gram, 108,9
gram dengan berat kotor 1.068,6 gram. Ã Ãida/adi

No comments: