Friday, September 24, 2010

Liong Dituntut 20 Tahun Penjara

BANJARMASINÄ Ä © Terdakwa kepemilikan sabu 1 kg, Naga Sariawan Cipta
Rimba alias Liong Liong (34) oleh jaksa penuntut umum (JPU)
dituntut 20 tahun penjara dengan denda Rp5 miliar subsidair dua
tahun penjara pada sidang di Pengadilan Negeri (PN) Banjarmasin,
Jumat (24/9).
Á ÁJPU Cipi Perdana SH dan Alpha Fauzan SH dalam tuntutannya
tersebut mendasarkan pada fakta©fakta di persidangan, baik dari
keterangan para saksi yang sudah dihadirkan di sidang yang dianggap
sudah memperkuat pembuktian. JPU menjerat terdakwa bersalah dalam
tindak pidana dalam pasal 114 ayat (2) UU No 35 Tahun 2009 tentang
Narkotika untuk dakwaan primair.
Á ÁSidang yang berlangsung sekitar 1,5 jam ini dipimpin ketua
majelis hakim M Irfan SH MH didampingi hakim anggota Suswati SH dan
Eko Purnomo SH. Terdakwa yang biasanya didampingi penasihat hukum
Dana Hanura SH, nampak hanya didampingi penasihat hukum Abdul
Rasyid SH dan Dony.
Á ÁKetua majelis hakim Irfan memberikan waktu kepada penasihat
hukum terdakwa untuk mempersiapkan nota pembelaan (pledoi) pada
hari Senin (27/9) nanti. Akan tetapi penasihat hukum terdakwa malah
meminta agar majelis hakim bisa memberi waktu pada Kamis (30/9).
Á Á"Molor©molor persidangan bukan dari majelis hakim, ini bisa
dari saksi yang dihadirkan JPU dan penasihat hukum dalam mengajukan
pembelaan. Semuanya ini untuk mengejar masa penahanan terdakwa yang
hampir habis pada tanggal 3 Oktober nanti," tegas hakim Irfan.
Á ÁPenasihat hukum terdakwa mengatakan bahwa dari pihaknya sudah
mempersiapkan pembelaan, dan berharap majelis hakim dapat memenuhi
permintaan penasihat hukum terdakwa Liong yang bertempat tinggal di
Jl Manggis No 2 RT 21 Kelurahan Kebun Bunga Banjarmasin Timur.
Á ÁAkhirnya majelis hakim berketetapan untuk memberikan waktu
satu minggu pada penasihat hukum terdakwa untuk mengajukan nota
pembelaannya. Bila dalam satu minggu penasihat hukum terdakwa belum
siap, maka majelis hakim akan mengambil suatu kebijakan bahwa
sidang akan tetap dilanjutkan.
Á ÁKronologis kejadiannya, ketika pada Selasa 22 Desember 2009
sekitar pukul 16.00 Wita, bertempat di Toko Putra Jaya Motor Jl A
Yani Km 7 RT 4 Kelurahan Kertak Hanyar, terdakwa menerima narkotika
golongan I.
Á ÁSaksi Poli Purnama (PNS Ditjen Bea Cukai Bandara Soekarno
Hatta), tergabung dalam Satgas BNN RI di bagian penyidik mencurigai
adanya barang kiriman kotak kardus dengan alamat pengirim Cahaya
Motor Sawah Besar 44 dengan tujuan Banjarmasin melalui kiriman PT
Adam Jaya Sakti.
Á ÁSetelah dilakukan pengetesan hasilnya positif mengandung
metamfetamina. Selanjutnya saksi Poli berkoordinasi dengan BNN
Pusat dan Dit Narkoba Polda Kalsel.
Á ÁPada hari Selasa 22 Desember 2009 pukul 16.00 Wita bertempat
di Toko Putra Jaya Motor Jl A Yani Km 7 petugas kepolisian menyamarÔ h) 0*0*0*° ° Ô menjadi petugas PT Adam Jaya mengantarkan kiriman barang berupa
paket berbentuk kardus ditujukan ke Toko Putra Jaya dan diterima
oleh terdakwa dan disimpan di meja kerja terdakwa. Selanjutnya
petugas dari Dit Narkoba Polda Kalsel meminta terdakwa untuk
membuka barang kiriman yang baru diterimanya.
Á Á Ternyata berisi sebuah kotak besi hitam merk Krisbow yang
berisi bungkusan plastik hitam berisi 10 paket SS berat 99,0 gram,
108,9 gram, 110,1 gram, 105,8 gram, 106,1 gram, 108,8 gram, 108,9
gram dengan berat kotor 1.068,6 gram. Ã Ãida/adi

No comments: