Friday, September 24, 2010

Korupsi Beras Miskin Dituntut 18 Bulan Penjara

BANJARMASINÄ Ä © Mantan Lurah Kuripan terdakwa Anang Syarifuddin oleh
jaksa penuntut umum (JPU) Bara Mantio SH dituntut 18 bulan penjara,
denda Rp50 juta subsidair enam bulan kurungan penjara pada kasus
penyelewengan raskin. Ia juga diwajibkan membayar uang pengganti
sebesar Rp3juta.
Á ÁPada sidang di Pengadilan Negeri (PN) Banjarmasin, Kamis
(23/9) kemarin, JPU mendasarkan pada fakta di persidangan dan
keterangan beberapa saksi bahwa terdakwa dinyatakan secara sah dan
meyakinkan telah melanggar pasal 3 UU No 31 Tahun 1999 jo UU No 20
Tahun 2001 tentang Tindak Pidana Korupsi jo pasal 55 ayat (1) ke©1
KUHP.
Á ÁDalam sidang yang dipimpin ketua majelis hakim Wurinato SH,
mantan Lurah Kuripan tahun 2007 yang didampingi penasihat hukum
Wahyu Utami SH akan melakukan pembelaan. Á È È 7 Á
Á ÁKronologis kejadian, berawal dari penyelewengan raskin yang
dilakukan terdakwa sejak bulan Juli hingga Desember 2007. Dari
distribusi beras yang disalurkan pelaksana satgas raskin Perum
Bulog Devisi Regional Kalsel wilayah Kota Banjarmasin untuk
Kelurahan Kuripan bulan Juli hingga Desember sebanyak 60.300 kg.
Á ÁAkan tetapi oleh terdakwa, beras tersebut didistribusikan
kepada penerima manfaat (RTM) di kelurahan tersebut dibagikan
sebanyak 48.960 kg. Sisanya sebanyak 11.320 kg tidak
didistribusikan kepada penerima manfaat atau RTM.
Á ÁSementara tarif subsidi raskin ditetapkan pemerintah RI saat
itu (tahun 2007) sebesar Rp3.619. Akibat perbuatan terdakwa,
keuangan negara dirugikan sebesar Rp40.978.286. Ã Ãida/adi

No comments: