Monday, September 20, 2010

Korban Tewas Turun Drastis

BANJARMASIN © Korban tewas akibat kecelakaan lalu lintas
(lakalantas) selama Operasi Ketupat Intan 2010 menurun ketimbang
operasi serupa di tahun 2009, yakni menurun sekitar 30 persen.
Á ÁSenin (20/9), berdasar data yang dikeluarkan Kasi Laka Subdit
Gakkum Dit Lantas Polda Kalsel AKP Dydit, jumlah kecelakaan memang
meningkat ketimbang tahun 2009 lalu, yakni pada tahun 2009 31
kecelakaan, sedangkan 2010 ada 41 kali kecelakaan.
Á ÁHanya saja, jika ditilik dari segi korban tewas, maka selama
operasi tahun ini, justru mengalami penurunan sekitar 30 persen.
Pada tahun 2009, jumlah korban twas mencapai 31 orang atau 100
persen, sementara pada tahun ini, korban tewas ada 21 orang.
Á ÁDitambahkan Dydit, selama operasi, petugas melakukan teguran
simpatik sebanyak 367 kasus.
Á ÁDari teguran itu, terjadi pelanggaran oleh pengendara sepeda
motor 307 kasus, mobil penumpang 23 kasus, mobil bus 11 kasus dan
mobil beban 26 kasus.
Á ÁKendaraan yang terlibat kecelakaan masih didonimasi sepeda
motor. Jika mobil penumpang dan mobil beban sama©sama menyumbang
angka empat kasus, maka sepeda motor mencapai 43 kasus. Sementara
untuk bus, pelanggaran nihil.
Á ÁAngka lakalantas di tahun 2010 selama operasi berlangsung
adalah 44 kasus, korban tewas 21 orang, luka berat 19 orang, luka
ringan 19 orang serta kerugian materil mencapai Rp126 juta.
Á ÁSementara itu, Wadir Lantas Polda Kalsel AKBP Taufik Supriyadi
mengakui bahwa pada Operasi Ketupat Intan 2010, petugas di lapangan
sudah maksimal mengerahkan kemampuannya, baik memberikan penerangan
kepada pengguna jalan saat arus mudik dan balik lebaran tadi,
maupun penindakan.
Á ÁTaufik menambahkan, pihaknya tentu tidfak menginginkan adanya
korban jiwa selama operasi, namun hal itu tak bisa dihindari karena
lakalantas banyak dipengaruhi faktor human.
Á Á"Tahun ini korban tewas akibat lakalantas turun sekitar 30
persen. Kita tentu berharap, kesadaran pengendara untuk tetap
berhati©hati dalam berkendara semakin tinggi, sehingga angka
lakalntas semakin bisa ditekan," harapnya. Ã Ãadi

No comments: