Friday, September 24, 2010

Kepala BKD Pemko Polisikan Guru Agama SMAN©1

BANJARMASINÄ Ä © Tak terima instansi pemerintah yang dipimpinnya Badan
Kepegawaian Daerah (BKD) Pemerintah Kota (Pemko) Banjarmasin ada
praktik gratifikasi, sang Kepala BKD, Drs Muhamad Nisfuani (49)
melaporkan guru agama SMAN 1 Banjarmasin, Gusti Surian SAg ke
polisi.
Á ÁTuduhan itu mengindikasi bahwa proses ijin diklat bagi guru
menggunakan uang pelicin dan prosesnya terkesan dipersulit.
Á ÁJumat (23/9) sekitar pukul 14.00 Wita, Kepala BKD Pemko
Banjarmasin melaporkan guru agama ini berdasarkan ucapan yang
dikatakannya dih adapan atasannya Wali Kota Banjarmasin, H Muhidin
saat dalam pertemuan antara Forum Guru Honor Sekolah Negeri (FGHSN)
dengan Wali Kota Banjarmasin H Muhidin yang juga ketua DPW PBR
Kalsel, di ruang Pendopo Wali Kota, Kamis (16/0) pukul 12.00 Wita.
Á ÁDari informasi terhimpun, kedatangan Kepala BKD ke Mapolresta
Banjarmasin diduga karena saking gusarnya. Ia ditemani oleh empat
petinggi BKD Pemko Banajarmasin melaporkan penghinaan atas
pernyataan guru agama SMAN 1 Banjarmasin di hadapan pimpinannya
yang baru H Muhidin, dan beberapa guru honor sekolah negeri serta
wartawan cetak saat di Balai Kota.
Á ÁIntinya dalam pertemuan itu membahas status guru honor negeri.
Saat satu jam berjalan terceplos suara penghinaan. "Ucapannya saat
itu bahwa proses ijin belajar mengajar di BKD Pemko Banjarmasin
terkesan dipersulit. Kita sudah membantahnya, namun terlapor terus
bersikeras dalam pengurusannya diminta uang oleh oknum PNS BKD,"
tukas Nisfuani.
Á ÁMenurutnya, kala itu, karena jengkel ia minta kejelasan dari
guru agama tersebut bukti pendukung pernyataan yang ia ucapkan di
forum. Namun, terlapor Gusti Surian SAg ternyata tak bisa
membuktikan ucapannya, hingga penyelesaiannya menemui jalan buntu.
Pelapor sempat menunggu sampai Jumat (17/9) lalu, namun ia tak
datang.
Á ÁSurat tertulis kemudian dilayangkan Kepala BKD kepada terlapor
supaya klalirifikasi secara tertulis. Isi permintaan dari Drs M
Nisfuani yakni meminta bukti pernyataan dan bukti paling lambat
(20/9), namun terlapor Gusti Surian SAg tak bisa membuktikan,
hingga berakhir terlapor dipolisikan Kepala BKD Pemko Banjarmasin.
Á ÁSaat wartawan berusaha mengkonfirmasi ke Kepala BKD Pemko
Banjarmasin Drs M Nisfuani setelah hampir tiga jam berada di ruang
penyidik Sat Reskrim Mapolresta Banjarmasin, Nisfuani mengaku kalau
ia hanya sebatas konsultasi.
Á Á"Saya mendatangi Mapolresta hanya sebatas konsultasi,"
katanya. Diserang pertanyaan apakah diduga masalah uang satu juta
rupiah sebagai uang buat pelicin urusan guru di BKD, ia menolak
berkomentar. "No comment," pintanya.
Á Á"Saya akan bicara nanti kepada wartawan, sementara ini saya
hanya sebatas konsultasi," ucapnya sambil berlalu menuju mobilnya
diikuti beberapa pejabat teras BKD Pemko Banjarmasin.
Á ÁDikatakan Kasat Reskrim Mapolresta Banjarmasin Kompol SuhastoÔ h) 0*0*0*° ° Ô SIK Jumat (24/9) sore, memang ada laporan yang masuk dari Kepala
BKD Pemko Banjarmasin, perihal kejahatan tentang penguasa umum,
terlapor seorang oknum guru agama SMAN 1 Banjarmasin. "Kasus masih
dipelajari, namun terlapor belum kita lakukan panggilan," bebernya
sambil berlalu menuju mobil. Ã Ãzal/adi

No comments: