Tuesday, September 28, 2010

Hanya Terlambat Sedikit

BANJARMASIN Sayang, petugas Sat I Dit Narkoba Polda Kalsel datang
terlambat, sehingga barang bukti dalam jumlah besar yang mulanya
diduga berada di TKP, jadi gagal ditemukan.
Á ÁPenggerebekan oleh petugas Sat I Dit Narkoba Polda Kalsel,
Kamis (23/9) pagi sekitar pukul 08.00 Wita, hanya menemukan sedikit
barang bukti berupa sisa sabu beserta timbangan digital di rumah
Sap (39), Jl A Yani Km 7 Kompleks Margasari, Kecamatan Kertak
Hanyar, Kabupaten Banjar.
Á ÁSenin (27/9), Kasat I Dit Narkoba Polda Kalsel AKBP Made
Wijana mengatakan, pihaknya menangkap Sap di kediamannya sendiri,
setelah ada informasi banyak sabu di dalam rumah tersebut.
Á ÁHanya saja, ketika petugas datang, cuma sedikit sisa sabu yang
berhasil disita, plus sebuah timbangan digital yang diduga alat
menimbang dan memaket sabu.
Á ÁMenurut Made, kuat dugaan, sabu dalam jumlah besar sebenarnya
sudah berpindah tangan, sebelum petugas datang.
Á ÁDitambahkan, penangkapan Sap merupakan hasil pengembangan
setelah saudara kandung Sap berinisial Jain ditangkap sebelumnya.
Á Á"Saudaranya itu membeberkan kepada kita, kalau barang yang ada
padangan diperoleh dari Sap. Kita menduga kuat, sabu dalam jumlah
besar itu, sudah berpindah dari tangan Sap kepada orang lain.
Barang dalam jumlah besar itu sudah diedarkan sebelum subuh atau
sebelum petugas kita datang," tutur Made.
Á ÁMade mengaku agak terlambat datang ke TKP, sehingga sitaan
barang bukti yang lebih besar gagal dilakukan.
Á Á"Kita sudah menggeledah TKP namun tidak ditemukan sabu dalam
jumlah besar, melainkan hanya sisa sabu©sabu. Tersangka Sap kita
duga merupakan bagian dari jaringan pengedar besar, karena mendapat
pengiriman dari salah satu bandar narkoba yang kini meringkuk di
LP," cetusnya.
Á ÁHanya saja, Made tidak bersedia menginformasikan LP yang di
mana atau kota mana yang dimaksudnya, dengan alasan untuk
penyelidikan.
Á ÁSap ketika digelar di hadapan wartawan mengaku bahwa dirinya
ditangkap ketika sedang terlelap tidur. Menurutnya, sabu yang
ditemukan polisi di bawah tempat tidurnya adalah milik orang lain.
Á Á"Dahulu sejak tahun 2002 memakai. Dan saya tidak mengedarkan
sabu. Sudah lama tidak memakai lagi," ujar ayah tiga anak ini.
Á ÁTersangka dijerat dengan pasal 112 UU RI No 35 Tahun 2009
tentang Narkotika dengan ancamn hukuman minimal empat tahun
penjara.Ã Ã adi

No comments: