Monday, September 27, 2010

Angka Lakalantas Masih Tinggi

BANJARBARUÄ Ä © Angka korban tewas akibat kecelakaan lalu lintas
(lakalantas) di Indonesia dinilai masih sangat tinggi jika
dibanding dengan negara©negara di Asia.
Á ÁDan penyebab utama terjadinya lakalantas ini adalah prilaku
bertransportasi yang tidak tertib, seperti melanggar peraturan lalu
lintas dan tidak memakai helm bagi pengendara sepeda motor.
Á ÁHal ini diungkapkan Kepala Bidang Publikasi dan Pelayanan
Informasi Pusat Komunikasi Publik Kementerian Perhubungan RI,
Hanggoro B Wiryawan, saat ditemui di sela acara Pentas Musik
Transportasi 2010 di Lapangan Dr Murjani, Sabtu (25/9) malam.
Á ÁMenurut Hanggoro, berdasarkan data dari Polri, jumlah korban
tewas akibat lakalantas selama 2009 mencapai 18.205 orang dari
57.726 kasus.
Á ÁDibanding 2008 dengan jumlah korban tewas mencapai 20.188
orang, jumlah korban yang tewas akibat lakalantas pada 2009
mengalami penurunan sebesar 9,83 persen. Dilihat dari kasusnya,
lakalantas juga mengalami penurunan sekitar 2,43 persen dari 59.164
pada 2008 menjadi 57.726 pada 2009.
Á Á"Dari puluhan ribu kasus lakalantas itu juga mengakibatkan
korban luka berat dan ringan," ujarnya.
Á ÁSedangkan di Provinsi Kalsel sendiri sebut Hanggoro, angka
lakalantas sepanjang 2009 justru mengalami peningkatan sebesar
11,28 persen dari 461 kasus pada 2008 menjadi 513 pada 2009.
Á ÁNamun, jumlah korban tewas mengalami penurunan sebesar 2,13
persen dari 423 jiwa pada 2008 menjadi 414 jiwa pada 2009. Korban
luka berat turun 2,15 persen dari 186 orang pada 2008 menjadi 182
orang pada 2009, sedangkan korban luka ringan meningkat sebesar
30,2 persen.
Á Á"Untuk menekan angka lakalantas itu kami melakukan berbagai
konsep salah satunya sosialisasi tentang keselamatan
bertransportasi melalui pentas musik," katanya.
Á ÁDari evaluasi selama tiga kali pelaksanaan jelas Hanggoro,
sosialisasi keselamatan bertransportasi dinilai cukup efektif
terutama kepada kalangan remaja yang merupakan kalangan terbanyak
yang menjadi korban lakalantas.
Á ÁBeberapa penonton mengakui sosialisasi keselamatan
bertransportasi melalui pentas musik ini cukup menarik minat warga.
"Sepertinya cukup efektif apalagi sasarannya kalangan remaja," ujar
Rahmat Effendi, warga Balitan Banjarbaru.
Á ÁLain lagi dengan Burhan. Dia mengaku lebih menikmati gelaran
pentas musik ini, meskipun sosialisasi ini juga sangat penting
menurutnya. Ã Ãdio/adi

No comments: