Monday, August 30, 2010

Warga Eks Timor Timur Minta Kasus Dihentikan

BANJARMASIN © 50©an warga eks Timor Timur ngluruk ke Polda Kalsel
untuk memberikan tekanan kepada penyidik agar segera menghentikan
penyelidikan kasus dugaan korupsi bantuan pemerintah untuk
pengungsi eks Timor Timur yang ada di Kalsel, Senin (30/8) siang.
Á ÁMereka datang dengan tiga buah mobil berasal dari Tanah Laut
(Tala), Tanah Bumbu (Tanbu) dan Kotabaru. "Kami percaya, Pak Albino
cuma difitnah oleh Emanuel de Souza yang tampaknya iri dengan
kepemimpinan Albino di dalam organisasi kami eks warga Timor
Timur," ujar Yohanes, pimpinan rombongan dari Tala.
Á ÁMenurutnya, Emanuel yang sebenarnya bukan pengungsi yang
didaftarkan ke Kalsel, hanya menyebarkan cerita bohong kepada
polisi bahwa Albino sudah menyunat bantuan pemerintah yang
semestinya disampaikan kepada pengungsi.
Á Á"Pak Albino sudah susah payah melakukan pendataan dan
memperjuangkan bantuan yang selama itu tak kunjung turun kepada
warga pengungsi eks Timor Timur. Kami telah memperoleh bantuan
sebanyak Rp5 juta untuk tiap kepala keluarga (KK)," tambah Filomino
Kaunen, perwakilan dari Kotabaru.
Á ÁDitambahkan Elmundos, wakil dari Tanbu, ada banyak pengungsi
yang sejak 2002 berdiam di Kalsel, di antara di Tala 100 KK, Tanbu
200 KK dan Kotabaru 1.500 KK. "Kebanyakan kami sudah bekerja
sebagai penggarap kebun sawit," ucapnya.
Á ÁWarga pengungsi ini kemudian membentuk organisasi persatuan
sesama mereka dengan nama Komisi Nasional Korban Politik Eks Timor
Timur (Kokpit), berkedudukan di Banjarbaru. "Nah, Pak Albino yang
berperan di Kokpit selalu membantu kesulitan kami. Pokoknya sudah
banyaklah kebaikan Pak Albino, ketimbang Pak Emanuel yang
sebenarnya berasal dari lokasi di Kalteng. Ia diusir dari sana dan
pindah ke sini, namun malah membuat kacau persatuan," cetus Kaunen.
Á ÁMereka meminta kepada penyelidik Dit Reskrim Polda Kalsel agar
menghentikan kasus dugaan korupsi dengan terlapor Albino. "Kami
akan menginap di sini sampai tuntutan kami terpenuhi. Jika tidak,
kami akan membawa massa yang lebih banyak lagi pada tanggal 10
September mendatang," ujar salah satu warga ini.
Á ÁSementara itu, Dir Reskrim Kombes Pol Mas Guntur Laupe
didampingi Kanit I Sat III Tipikor Kompol Zainal Arifin
menjelaskan, kasus itu sendiri masih dalam penyelidikan.
Á Á"Kasus ini bermula dari informasi warga bahwa telah terjadi
penyimpangan bantuan pemerintah untuk warga pengungsi eks Timor
Timur di Kalsel yang jumlahnya mencapai Rp2,7 miliar. Bantuan itu
ternyata tak sepenuhnya sampai ke semua warga pengungsi, sehingga
diduga ada penyimpangan," cetus Guntur.
Á ÁMenurutnya, pihaknya mempersilakan saja warga yang bersimpati
kepada Albino untuk menyampaikan aspirasinya, namun proses
penyelidikan juga semestinya bisa dihormati, karena tugas polisi
untuk mengungkap fakta yang sebenarnya.
Á Á"Dalam penyelidikan bisa saja terbukti atau tidak terbukti,
tergantung bagaimana hasil penyelidikan. Terlapor sendiri sampaiÔ h) 0*0*0*° ° Ô saat ini masih belum kita panggil untuk memberikan keterangan,"
ucapnya. Ã Ãadi

2 comments:

o.Brian said...

gambarnya mana ? kok hanya tulisan aja. g lengkap dunkz tanpa gambar (foto-foto) sukses selalu untuk anda tentang yang aktual.

Adi Permana bin H Ali Basrah bin Barihun bin Taib bin Katar said...

Trimakasih masukannya....