Tuesday, August 10, 2010

Tipikor Polda Harus Lebih Kompetitif

#| x ûÿ 2 E
BANJARMASIN © Beberapa tahun terakhir, kinerja Sat III Tipikor Dit
Reskrim Polda Kalsel boleh dibilang masih jauh dari harapan
masyarakat dalam mengungkap kasus©kasus korupsi di daerah ini. Ke
depannya, diharapkan makin banyak kasus yang bisa diungkap.
Á ÁSelasa (10/8), Darma Jaya, Ketua LSM Pemerhati Suara
Masyarakat Borneo (PSMB) juga menilai, kinerja Tipikor Polda masih
jauh dan kalah ketimbang Kejati Kalsel.
Á Á"Kalau membandingkan jumlah kasus yang ditangani, sepertinya
Tipikor Polda Kalsel masih jauh di bawah ketimbang Kejati Kalsel.
Dengan pergantian pimpinan di kesatuan ini, kita berharap akan
semakin membaik kinerja kesatuan ini," harapnya.
Á ÁMenurut Darma, sebenarnya banyak kasus yang masuk ke Tipikor
Polda, hanya saja ia merasa heran, kenapa justru sangat sedikit
kasus yang ditingkatkan ke penyidikan hingga penuntutan.
Á Á"Kita juga tak tahu mengapa. Namun, jangan sampai muncul kesan
di masyarakat, kasus©kasus yang ditangani Tipikor Polda bakal
gampang dihentikan penyelidikannya, hanya karena faktor tertentu,"
cetusnya.
Á ÁBerdasar TR Kapolri Jendral Pol Bambang Hendarso Danuri, AKBP
Yusran Cahyono SIK akan berhenti sebagai Kasat III Tipikor Dit
Reskrim Polda Kalsel. Ia dipromosikan menduduki jabatan Kapolres
HSS menggantikan Kombes Pol Eddy Hartono SIK.
Á ÁMeski demikian, masyarakat mempertanyakan, prestasi apa yang
sudah dibuat AKBP Yusran selama di kesatuan anti tipikor itu,
mengingat tak ada yang luar biasa sebagaimana pendahulunya, AKBP
Slamet.
Á ÁBerdasarkan catatan dari Pidsus Kejati Kalsel, paling tidak
baru ada lima kasus yang dilimpahkan Tipikor Polda ke Kejati
Kalsel, sepanjangn 2009 hingga Juli 2010 ini.
Á ÁMenurut As Pidsus Kejati Kalsel Erwindu, kasus limpahan
Tipikor Polda Kalsel sejak 2009 hingga saat ini, baru lima kasus,
dua kasus sudah putus di pengadilan, dua kasus masih sidang dan
satu kasus baru di tingkat penyidikan.
Á ÁAdapun dua kasus yang sudah putus di pengadilan, adalah kasus
korupsi alat©alat kesehatan di Dinkes HST dengan terpidana Satrio
Anggoro, Zulkifli, Zainal Arifin dan lain©lain. Kasus ini ditangani
era AKBP Slamet. Modus penyimpangan, yakni bermula dari lelang
delapan paket proyek yang seluruhnya bernilai Rp4,9 miliar pada
tahun 2008. Ada delapan perusahaan yang menjadi pemenang lelang
sekaligus menjadi rekanan pengadaan di Dinkes HST.
Á ÁDalam dokumen ditemukan adanya sejumlah kejanggalan yang
mendasar seperti harga satuan alat©alat kesehatan yang harganya
justru berada di atas harga standar di pasaran. Penetapan harga tak
sesuai standar tersebut diduga termuat dalam dokumen yang sudah
dipalsukan.
Á ÁSelain itu, perkara yang sudah putus di pengadilan adalah
kasus korupsi Askes di HSS dengan terpidana Maisuri.
Á ÁAdapun yang masih berjalan sidangnya, yakni kasus run way
dengan terdakwa Helmi Indra Sangun.
Á ÁTerdakwa dikenakan JPU dakwaan primer, pasal 2 jo pasal 18
UU No 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU No 20 Tahun 2001
tentang Pemberantasan Korupsi jo pasal 64 dan pasal 55 ayat (1)
keÀ À1 KUHP dan dakwaan subsider pasal 3 UU No 31 Tahun 1999Ô h) 0*0*0*° ° ÔŒsebagaimana diubah dengan UU No 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan
Korupsi jo pasal 64 ayat (1) dan pasal 55 ayat (1) kec1 KUHP.Á (#(#K Á
Á ÁKronologis kejadian yang membawa terdakwa Helmi dituduh
bersamacsama dengan Ir Sampurno mantan Kasubdin Perhubungan Udara,
yang kini terpidana dianggap melakukan dugaan korupsi sehingga
daerah dirugikan sebesar Rp14.754.452.790 dari nilai proyek
pengembangan Bandara Syamsuddin Noor untuk embarkasi haji yang
mendekati Rp100 miliar.
Á ÁKemudian, kasus korupsi di Bendahara Setwan DPRD Batola dengan
terdakwa H Riduan. Ia sebagai tersangka tunggal kasus
penyimpangan dana perjalanan dinas dewan selama 2008 lalu.
Á ÁLaporan pertanggungjawaban perjalanan dinas, diduga dibuat
secara fiktif oleh Riduan, sehingga total anggaran senilai Rp628
juta itu dikorup dan negara dirugikan sekitar Rp585 juta.
Á ÁKasus teranyar yang masih disidik Tipikor Polda adalah kasus
korupsi pengadaan instalasi pengolahan air di Balangan tahun 2009
dengan tersangka M Syamsuddin Noor. SPDP©nya sudah dikirim ke
Kejati Kalsel. Ã Ãadi

No comments: