Monday, August 30, 2010

Sidang Lihan Hadirkan Saksi Ahli BI

MARTAPURAÄ Ä © Persidangan kasus dugaan penggelapan uang yang
mendudukkan Lihan sebagai terdakwa di Pengadilan Negeri Martapura,
Senin (30/8), menghadirkan saksi ahli bank syariah dari Bank
Indonesia Jakarta.
Á ÁCecep Maskanul Hakim saksi ahli dari BI Jakarta dalam
penjelasannya menandaskan, yang bisa melakukan usaha pengumpulan
uang adalah perusahaan, tidak boleh orang per orang.
Á ÁTerdakwa Lihan yang diberi kesempatan oleh ketua majelis hakim
Edy Suwanto SH MH mengatakan, dirinya sering menolak kalau ada yang
menstranfer ke rekeningnya, bahkan ada yang memaksa. Dengan
demikian apakah dia dikatakan menghimpun uang orang lain.
Á ÁCecep Maskanul Hakim yang merupakan Peniliti Bank Muda Senior
Direktorat Bank Syahriah BI dan pengajar untuk karyawan bank
syariah ini menyatakan, kalau terdakwa menolak seharusnya
rekeningnya ditutup atau melaporkan ke polisi kalau ada yang
memaksa.
Á ÁSeusai persidangan Cecep menegaskan, apabila seseorang
terbukti melanggar pasal 59 tentang Perbankan karena menghimpun
modal secara masif, maka diancam hukuman penjara minimal 5 tahun
dan denda Rp2 miliar. Ã Ãdio/adi

No comments: