Thursday, August 5, 2010

Sekuriti THM Diciduk Saat Transaksi 62 Butir Ineks

BANJARMASINÄ Ä © Mungkin nasib apes lagi menimpa sekuriti THM Sphinx
dan Dunfe Karaoke, Paz alias Ali alias Boneng (37). Ia terpaksa
harus digiring petugas Unit Idik I Sat Narkoba ke Mapoltabebs
Banjarmasin, karena memiliki 62 butir pil diduga ineks, terdiri
dari 50 butir ineks warna merah muda logo 'bintang tenggelam' dan
12 butir ineks logo butterfly, Selasa (3/8) pukul 15.00 Wita.
Á ÁWarga Jl RE Marthadinata Kompleks Anamas RW 5 RT 40 Kelurahan
Telawang Kecamatan Banjarmasin Barat, diduga sebagai bandar kecil
pengedar ineks di THM di Kota Banjarmasin hingga ia diciduk petugas
bersama satu temannya yang bekerja di toko baju Pasar Sudimampir
Banjarmasin.
Á ÁPaz ketika itu tengah melangsungkan transaksi dengan Alfi
(22), warga Jl AES Nasution Gg Pasar RT 18 No 32 Kelurahan Gedang
Banjarmasin Tengah, atau di rumah Boneng.
Á ÁWalaupun keduanya sempat berusaha kabur lewat pintu jendela
dapur waktu dilakukan penyergapan oleh petugas Unit Idik I pimpinan
Iptu Suyatmin SSos, namun keduanya berhasil dibekuk.
Á ÁRabu (4/8) kemarin, Kasat Narkoba Mapoltabes Banjarmasin
Kompol Chrystian Rony SIK, melalui Kanit Idik I Iptu Suyatmin SIK
menjelaskan, tersangka Boneng adalaj karyawan THM Sphinx sebagai
sekuriti dan mengaku sudah dua tahun bekerja di sana.
Á Á"Memang ia sudah lama masuk target operasi (TO) kita. Ia licin
dan selalu lepas saat tengah disergap. Kegagalan itu membuat
petugas siap di TKP. Saat ada informasi dari warga bahwa ia ada di
TKP di Jl RE Marthadinata RT 40 Banteng sedang jual ineks langsung
kita ciduk," katanya.
Á ÁTernyata saat penggerebekan berlangsung di rumah itu ada dua
orang termasuk Alfi. Di tangan keduanya petugas mendapati 50 butir
diduga ineks logo 'bintang tenggelam' warna merah muda tersimpan
rapi dalam kresek warna hitam. Saat dilakukan pengeledahan kembali
pada rumah itu ditemukan 12 butir ineks warna ungu logo 'butterfly'
dalam sebuah botol kaca di dalam kamar.Á p p 2 Á
Á ÁSelain itu, petugas juga menyita tiga buah Hp Nokia 6300 hitam
dan silver, serta satu buah motor Honda Beat diduga digunakan
pelaku sebagai sarana transpor untuk mengedarkan narkotika jenis
ineks.
Á Á"Keduanya akan kita kenakan pasal 114 ayat (2) UU RI No 35
Tahun 2009 minimal ancaman penjara seumur hidup," tegas Kompol
Chrystian Rony SIK.
Á ÁMasih dengan tangan terborgol pada kursi tempat duduknya, dua
tersangka sempat saling lempar dan tak mengakui bila dikatakan
narkotika yang ada di tangan mereka itu milik keduanya. Namun
tersangka Alpi mengakui ia hanya disuruh seseorang dengan bayaran
satu butir ineks dihargai Rp5.000 dan baru satu kali dilakukan dan
tertangkap.
Á Á"Satu butir diketahui seharga Rp180 ribu. Saya dihubungi
Boneng via telepon, lalu langsung saya carikan bersama temanÔ h) 0*0*0*° ° Ô bernama Bali. Kemudian lewat telpon sepakat transaksi di daerah Jl
Pekapuran Banjarmasin. Namun saya tak kenal dengan yang ngantar
ineks kemudian saya serahkan uang Rp7,5 juta," ucap bapak beranak
satu ini sedih saat tahu ia terancam penjara seumur hidup.
Á ÁFaz alias Ali alias Boneng membantah bila dikatakan 62 butir
ineks itu miliknya. Namun mengakui ia bekerja sebagai sekuriti di
THM Sphinx dan Dunfe Karaoke, serta jaga malam di Pasar Nagasari.
Á Á"Saya nyata©nyata hanya menjembatani mereka, terserah
wartawan. Saya katakan semuanya, sebenarnya mereka yang datang.
Andi datang ke rumah saya, saya tidur dengan istri. Andi jelas yang
berteman dengan mereka terlebih dulu, cuma tak ketemu minta
dicarikan ineks dengan Bali. Saya cuma ketemu muka dengan Alfi.
Ternyata dikatakan barang tak asli karena barang ineks ada bau
jamu. Begitu sudah selesai langsung digrebek polisi. Terserah saya
mau dibilang bandar atau apa, saya pusing," ucapnya langsung masuk
ke ruangan masih dengan tangan terborgol pada kursinya.Á Ð Ð F Á
Á ÁPihak manajemen THM Sphinx Dunfe Karaoke saat dikonfirmasi
wartawan, melalui Humas©nya Indra menerangkan, pihaknya jelas tak
ada sangkut pautnya dengan barang seperti itu. "Sudah berapa
kejadian narkotika selalu dikait©kaitkan pihak kepolisian. Yang
jelas ineks itu bukan barang milik kita dan tak benar bila
dikatakan ineks beredar di THM," bantahnya.
Á ÁTapi yang perlu diketahui, Paz alias Boneng bukanlah salah
satu karyawan atau sekuriti di THM Sphinx. "Kerjanya sebagai
sekuriti freeline dari Posindo. Terus terang ia tak bergaji di
sini. Memang ia sering datang ke sini namun sebatas main bola sodok
biliar. Peraturan karyawan jelas, ia bukan karyawan, kapasitasnya
hanya pengamanan," tegas Humas THM Sphinx Dunfe Karaoke. Ã Ãzal/adi

No comments: