Tuesday, August 17, 2010

Saksi Liong Batal Hadir Lagi

BANJARMASINÄ Ä © Sidang kepemilikan sabu 1 kg dengan terdakwa Naga
Sariawan alias liong©liong di Pengadilan Negeri (PN) Banjarmasin
kembali gagal menghadirkan saksi dari karyawati PT Adam Jaya yang
merupakan saksi penerima barang, akibat tidak bisa hadir. Padahal
saksi ini cukup penting.
Á ÁSidang membuat kecewa penasihat hukum terdakwa, Ahmadi SH dari
kantor Pengacara Dana Hanura SH dan Rekan. Rencananya minggu depan
penasihat hukum terdakwa Liong ini akan menghadirkan saksi ahli
hukum pidana.
Á ÁSelain dari PT Adam Jaya, saksi lainnya dari Badan Narkotika
Nasional (BNN) beberapa kali juga menyatakan tidak bisa hadir.
Padahal saksi dari BNN juga sangat penting. Saksi ini mengetahui
informasi pengiriman barang sabu dari Jakarta menuju Banjarmasin
sampai akhirnya terlacak di x©ray Bandara Soekarno Hatta.
Á ÁSidang yang dipimpin ketua majelis hakim M Irfan SH, pada
sidang sebelumnya meminta agar jaksa menjemput paksa saksi,
terutama saksi©saksi yang dianggap saksi kunci.
Á Á"Terpaksa kita akan kirim surat panggilan lagi, karena saksi
ini sudah empat kali panggilan tidak hadir untuk menjadi saksi.
Kalau memang diperlukan, jaksa bisa jemput paksa saksinya," kata
hakim Irfan dalam sidang.
Á ÁJPU sendiri kelihatannya belum bisa memastikan apakah akan
memanggil paksa saksi. Yang pasti, jaksa akan tetap terus
mengupayakan untuk menghadirkan saksi.
Á ÁSebelumnya sidang telah menghadirkan saksi dari petugas
operasional PT Adam Jaya yang ditugaskan di Bandara Soekarno Hatta,
Michel Manupati. Pada keterangan kesaksiannya di sidang, ia
mengakui yang menandatangani BAP di Jakarta. Padahal sesuai
ketentuan yang berlaku hal itu sangat tidak dibenarkan.
Á ÁKronologis kejadian yang membawa terdakwa Liong ke depan meja
hijau, setelah ada informasi dari BNN yang menyatakan ada
pengiriman sabu dari Jakarta menuju Banjarmasin. Pengiriman
dilakukan melewati ekspedisi PT Adam Jaya. Petugas yang menerima
informasi langsung melakukan pelacakan, dan benar ada pengiriman
barang yang dialamatkan ke alamat terdakwa yakni Toko Putra Jaya
Motor Jl A Yani Km 7 Kabupaten Banjar.
Á ÁSaat dibuka, barang yang alamat pengirimnya PT Sawah Besar
tersebut ternyata berisi sabu dengan berat 1 kg lebih. Liong
sendiri dijerat dengan pasal 114 ayat (2) untuk dakwaan primer dan
pasal 112 ayat (2) UU No 35 Tahun 2009 tentang Narkotika untuk
dakwaan subsider, dengan jeratan hukuman penjara maksimal 20 tahun.
à Ãida/adi

No comments: