Thursday, August 26, 2010

"Polisi Arogan"

BANJARMASINÄ Ä © Sebutir timah panas yang dimuntahkan anggota Polresta
Banjarmasin, dan tepat bersarang di tubuh Burhan (28) hingga
menewaskan pelaku pencuri helm yang sempat kabur dengan memukul
petugas mengundang polemik.
Á ÁMengapa demikian, karena bagi masyarakat bahwa ganjaran yang
diterima pelaku itu tidak setimpal dengan harga sebuah helm yang
telah dicuri pelaku.
Á ÁKalau dibandingkan dengan kasus lain yang lebih nyata bahkan
merugikan rakyat sampai miliaran rupiah, pihak penegak hukum seakan
adem ayem saja, jangan untuk menembak memukul pun tidak berani.
Á ÁAmbil contoh, tidak terlalu jauh khusus di lingkungan
Kalimantan Selatan saja, berapa banyak pelaku dan tersangka kasus
korupsi hingga diseret ke persidangan dan mendapat vonis namun
tidak berapa lama bebas, bahkan ada juga yang tidak bisa tersentuh
oleh pihak hukum.
Á ÁPerbuatan yang sangat disesalkan oleh lapisan masyarakat
tersebut juga sangat disesalkan oleh pengamat hukum, yang
mengatakan apakah sudah sesuai dengan kesalahannya dan tidak ada
jalan lainkah? Sebab, meskipun harus ditembak juga mestinya tidak
langsung mengenai bagian yang mematikan.
Á ÁMenurut pengamat hukum Nizar Tanjung SH, dirinya juga sempat
membaca berita tersebut melalui media, dan sangat menyesalkan
perbuatan anggota polisi yang telah melakukan penembakan tersebut.
Á Á"Saya menilai perbuatan itu merupakan tindakan arogan, karena
tidak sesuai dengan kesalahannya," ucap Nizar Tanjung SH ketika
dimintai komentar.
Á ÁMenurutnya, dari sisi hukum sangat tidak pantas itu dilakukan
dan tidak sesuai, karena helm yang telah dicuri itu nilainya tidak
seberapa.
Á ÁBegitu pula tindak pidana maling helm tidak standar dalam
hukum KUHP, dan bisa dilakukan perdamaian, terkecuali ada laporan
dari korban dan pelaku sudah sering melakukannya.
Á ÁKalau pun alasannya memukul petugas dan melarikan diri itupun
tidak langsung ditembak dan mengenai bagian tubuh yang mematikan.
Á Á"Mestinya harus ada tembakan peringatan, dan kalau pun harus
ditembak juga bisa saja mengenai daerah atau bagian lain, seperti
kaki," ungkapnya.
Á Á"Kalau langsung ditembak dan mengenai bagian yang mematikan
itu, berarti polisi yang arogan," jelasnya.
Á ÁSementara itu, Kabid Propam Polda Kalsel AKBP Zuhdi Arrasuli
mengaku mengetahui berita tewasnya maling helm karena peluru
petugas.
Á Á"Saya pikir, polisi penembak akan diperiksa di P3D Mapolresta
Banjarmasin untuk dimintai keterangan. Namun, kalau Anda tanya
apakah ada pelimpahan pemeriksaan ke Polda Kalsel, maka saya
katakan masih belum ada pelimpahan," bebernya. Ã Ãris/adi

No comments: