Wednesday, August 4, 2010

Penutupan Jalan Pelsus Arutmin Kintap Kembali Terjadi

PELAIHARIÄ Ä © Aksi menutup jalan desa tempat lintas pengangkut
tambang PT Arutmin Indonesia menuju Pelabuhan Khusus (Pelsus)
Arutmin ini, kembali terjadi. Ribuan warga dari sembilan desa di
Kecamatan Jorong Asam Asam dan warga Kecamatan Kintap tumpah ruah
di jalan pelabuhan Arutmin Desa Pandan Sari Kecamatan Kintap, Rabu
(4/8).
Á ÁItu menyusul kekesalan warga terhadap PT Arutmin yang dinilai
tidak aspiratif terhadap surat yang dikeluarkan oleh Muspida
Kabupaten Tanah Laut (Tala), bulan lalu.
Á ÁMenurut koordinator aksi, H Rahman, aksi demo itu motifnya
masih sama yakni tuntutan warga seperti yang dulu yaitu menuntut
agar Direktur PT Arutmin Indonesia Job Site Asam Asam, lengser dari
jabatannya dan oknum Habib Machdar Assegaf dan Daut serta para
kroni©kroninnya dari PT Arutmin Indonesia tidak lagi mengintimidasi
warga.
Á ÁRahman menerangkan, surat keputusan dari Muspida Tala tersebut
dikeluarkan setelah Muspida Tala bertemu dengan PT Arutmin
Jakarta. "Tapi PT Arutmin di sini yang kurang tanggap terhada
masalah ini. Karena itulah kami ribuan warga se©Kabupaten Tala
bukan lagi dari Kecamatan Kintap dan Jorong, melakukan aksi ini,"
ujarnya.
Á ÁAksi warga menuju kantor PT Arutmin setelah beberapa saat ada
mediasi, namun hasilnya nihil, saat itu juga ribuan warga langsung
membubarkan diri dan langsung kembali menutup jalan desa tempat
lintas pengangkut tambang PT Arutmin Indonesia menuju Pelsus
Arutmin, dan membikin dapur umum di lintasan jalan tersebut.
Á Á"Sebelum tuntutan masyarakat ini tidak dipenuhi oleh PT
Arutmin Indonesia, selama itu juga jalan desa tempat lintas
pengangkut tambang PT Arutmin Indonesia menuju Pelsus Arutmin akan
kami tutup," ujar H Rahman.
Á ÁKetika dikonfirmasikan dengan pihak PT Arutmin Indonesia
terkait masalah ini, melaui Community & External Relation
Coordinator PT Arutmin Indonesia Asam Asam, Sensus Suyanto via
telpon gemgamnya, namun tak diangkat. Ia hanya mau menjawab SMS.
"Maaf Mas saya masih meeting Mas, mohon maaf ya, dengan Pak siapa,"
ujar Sensus. Ã Ãcan/adi

No comments: