Monday, August 30, 2010

Para Korban Menderita Luka Bakar Serius

BANJARMASINÄ Ä © Lima korban menderita luka bakar pada insiden ledakan
tabung gas mendapat perawatan intensif di ruang tindakan Instalsi
Gawat Darurat (IGD) Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ulin
Banjarmasin, Minggu (29/8) sore.
Á ÁKelima korban masih satu keluarga merupakan warga Pasar Satu,
Barabai, Kabupaten HST, yang menderita luka bakar pada peristiwa
ledakan tabung gas 12 kg di rumah mereka yang terjadi sekitar pukul
04.00 Wita.
Á ÁAdapun kelima korban, yakni H Murjani (50) dan H Ita (45)
pasangan suami isteri bersama tiga orang anaknya yakni, Zikri (11),
Ica (7) serta Nazwa (5).
Á ÁSatu keluarga yang menderita luka bakar ini datang ke RSUD
Ulin Banjarmasin sekitar pukul 14.00 Wita, kemudian dibawa ke ruang
tindakan IGD dan langsung ditangani pihak medis.
Á ÁPantauan à ÃMata BanuaÄ Ä di lapangan yang didampingi Humas RSUD
Ulin Banjarmasin, M Yusuf, pihak medis nampak serius dan sangat
hati©hati melakukan perawatan, khususnya menangani ketiga korban
yang masih anak©anak itu.
Á ÁKelimanya tak berdaya terbaring di atas dipan dengan selang
infus dan oksigen terpasang. Penanganan agak susah terhadap korban
si bungsu Nazwa yang masih kecil, ia berteriak©teriak karena tak
kuat menahan sakit.
Á ÁBahkan teriakannya disertai tangisan membuat pihak medis
sedikit kesusahan, apalagi manakala bocah tersebut ingin buang air
kecil, teriakannya semakin kencang dan nyaring. "Aduh sakit,"
teriaknya sambil menangis. "Mau pipis tolong bawa saya ke WC,"
ucapnya.
Á ÁTeriakan dan tangisan Nazwa bukan hanya membuat pihak medis
agak kesusahan, akan tetapi pihak keluarganya yang mencoba
menenangkan ikut kewalahan. Pihak keluarga mereka masih terus
memberikan dukungan sambil mengipasi dengan kipas manual.
Á ÁNazwa berada di atas dipan dekat dengan ibunya yang juga
menderita luka bakar di beberapa bagian tubuh, namun H Ita hanya
diam dan sesekali melirik ke samping ke arah Nazwa yang terus
berteriak kesakitan.
Á ÁBegitu pula dengan H Murjani dan kedua anaknya yang lain yang
bersampingan juga hanya diam sambil sesekali meringis menahan
sakit.
Á ÁMenurut saudara H Ita, H Yusran (52), warga Jl Pelajau RT
Batulicin, Tanbu, kalau insiden meledaknya tabung gas 12 kg terjadi
ketika mereka akan melaksanakan sahur, Minggu (29/8) sekitar pukul
04.00 Wita.
Á Á"Saat itu semua kumpul, hingga terjadinya ledakan dan
menghancurkan semua perabot dan rumah milik korban," ucapnya.
Á Á"Saya dikasih tahu ketika mau shalat subuh melalui telpon dan
hingga saat ini saya belum bicara sama korban," ucapnya.
Á Á"Menurut informasi yang saya dapat saat itu semua korbanÔ h) 0*0*0*° ° Ô kumpul untuk makan sahur, dan terjadilah ledakan yang melukai
korban dan menghancurkan rumah serta isinya," paparnya.
Á ÁDikatakanya, atas insiden ledakan tabung gas itu, ia akan
melakukan koordinasi dengan pihak Pertamina.
Á ÁSementara itu, menurut Humas RSUD Ulin Banjarmasin M Yusuf,
kalau kelima korban akan langsung ditangani dokter spesialis kulit
dan wajah.
Á Á"Diperkirakan luka bakar yang diderita kelima korban rata©rata
30 persen. Dan kita sudah menyuruh dokter spesialis kulit yang
langsung menangani kelima korban," jelasnya. Ã Ãris/adi

No comments: