Wednesday, August 18, 2010

Masyarakat Adat Tutup Jalan Tambang Adaro

TANJUNGÄ Ä © Puluhan masyarakat adat yang tergabung dalam Gerakan
Pemuda Asli Kalimantan melakukan aksi penutupan jalan milik
perusahaan tambang batu bara PT Adaro Indonesia di Kilometer 75,
Kecamatan Tanta, Tabalong, Kalimantan Selatan, Rabu (18/8).
Á ÁAksi penutupan jalan yang dilakukan pada Rabu selama lima jam
sejak pukul 08.00 © 13.00 Wita menyebabkan angkutan batu bara milik
Adaro menuju Pelabuhan Kelanis terganggu.
Á ÁHarli salah seorang masyarakat adat mengatakan aksi penutupan
jalan terpaksa dilakukan karena sampai saat ini tuntutan mereka
soal hak adat dan kompensasi belum dikabulkan pihak Adaro.
Á Á"Sampai sekarang tuntutan kami soal hak adat dan kompensasi
belum dikabulkan terpaksa kami melakukan aksi penutupan jalan agar
pihak Adaro bisa lebih peduli," ujarnya.
Á ÁBersama puluhan masyarakat adat yang berasal dari empat
kecamatan di wilayah Utara Tabalong melakukan aksi penutupan jalan
dengan membentangkan tali di tengah jalan angkutan batu bara.
Á ÁSekitar pukul 13.00 Wita akhirnya warga menghentikan aksi
penutupan jalan setelah ada kesepakatan akan dilakukan pertemuan
antara perwakilan masyarakat adat dengan pihak Adaro.
Á Á"Rencananya besok akan kita gelar pertemuan antara masyarakat
adat dengan pihak Adaro jadi soal tuntutan mereka menunggu hasil
pertemuan tersebut," jelas Ismail Bagian Humas PT Adaro.
Á ÁSebelumnya masyarakat adat pernah menyampaikan tuntutan serupa
ke dewan agar Adaro membayar sanksi denda sebesar Rp2,5 miliar
serta kompensasi Rp5 juta perhektare karena dinilai tidak pernah
menghargai masyarakat adat selama melakukan kegiatan pembukaan
hutan dan lahan di wilayah adat mereka. Ã Ãant/adi

No comments: