Tuesday, August 17, 2010

Konstruksi Duta Mall Akan Diteliti Tim

BANJARMASIN © Kesimpulan dari pertemuan atau koordinasi antara ahli
bangunan dengan pihak Duta Mall yang difasilitasi Dit Reskrim Polda
Kalsel, Senin (16/8), bangunan Duta Mall akan diteliti secara
ilmiah tentang kelayakannya.
Á ÁWadir Reskrim AKBP Iriyanto dalam pertemuan itu mengatakan,
polisi memfasilitasi pertemuan karena merasa ikut peduli terhadap
keresahan pengunjung Duta Mall yang kerap panik diterpa isu bahwa
bangunan mall terbesar di Banjarmasin itu akan runtuh.
Á Á"Benar ataukah tidak isu itu, perlu dibuktikan secara ilmiah.
Polisi tidak bisa mengatakan bahwa bangunan ini tidak layak, karena
bukan keahlian polisi untuk menyatakan itu. Makanya, kita perlu
duduk satu meja dan bersama©sama melakukan penelitian tentang hal
ini," cetusnya.
Á ÁMenutup Duta Mall, lanjutnya, sangat tidak mungkin, karena
menyangkut kelangsungan hidup 2.000©an pekerja di sana. "Ditutup
juga bukan solusi, karena akan banyak mulut yang perlu makan dari
bekerja di sana," bebernya dengan diplomatis.
Á ÁSuperan dari Dinas PU Banjarmasin mengatakan, pihaknya tidak
bisa mengatakan bahwa tambahan sebagian bangunan hotel berlantai 15
di atas Duta Mall tidak layak atau aman, karena hal itu merupakan
kewenangan tim ahli bangunan gedung. "Kebetulan di Banjarmasin, tim
ini belum dibentuk. Kami akan segera menyurati Walikota Banjarmasin
sebagai saran agar perlu dibentuk tim ini, termasuk untuk menelitik
struktur bangunan hotel di Duta Mall itu," cetusnya.
Á ÁSementara itu, tim dari Fakultas Teknik Unlam, Syahril Taufik,
Darmansyah, Iskandar dan Rustam cukup kritis menanggapi presentasi
dari konsultas perencana maupun pelaksana pembangunan hotel di Duta
Mall, yang diwakili Rico Sihombing dari PT Ketira Engineering
(konsultan perencana) dan Aditya Dharma (pimpro).
Á ÁMenurut Syahril, bisa saja terjadi perencanaan bangunan sudah
baik, namun dalam pelaksanaan justru melenceng, makanya diperlukan
konsultas supervisi dalam pembangunan suatu bangunan bertingkat
tinggi.
Á ÁIa sepakat kalau diperlukan penelitian mendalam, ketimbang
membahas data awal yang masih berupa gambar atau maket. Lobang
pondasi yang dibuat di bawah hotel jika lima buah dirasa masih
belum cukup, karena semestinya dibuat tujuh, mengingat tekstur
tanah Banjarmasin yang lembek.
Á ÁKedalaman lobang pondasi yang rata©rata 36 meter juga dinilai
belum aman, karena banyak contoh bangunan di Banjarmasin ada yang
kedalaman pondasi hingga 51 meter.
Á ÁMenurutnya, kalaupun ada toleransi perbedaan antar pondasi
hingga 2 cm, itu juga masih rawan, mengingat hal itu baru kondisi
awal. "Bagaimana kalau empat atau sepuluh tahun mendatang, kalau
sampai terjadi perbedaan ketinggian pondasi di atas 1 inc maka akan
sangat berbahaya, dan gedung bisa miring dan akhirnya runtuh.
Á ÁDi samping itu, Rustam juga menyoroti pondasi yang tidak
dibuatkan casing©nya, karena hal itu rawan terjadi patahan di
batang pondasi akibat tekanan air di bawah permukaan tanah yang
begitu kuat.
Á ÁMeski demikian, tim dari akademisi ini sepakat bahwa perlu
dibentuk tim independen yang meneliti kembali konstruksi bangunan,
sehingga diperoleh data akurat. Jika memang ada yang perlu dibenahiÔ h) 0*0*0*° ° Ô maka bisa dilakukan sebelum terlambat.
Á ÁSementara itu, Aseng dari PT Govindo, pengelola atau pemilik
Duta Mall mengatakan, konsep Duta Mall mulanya memang dibangun
untuk mampu dibangun bertingkat sampai 15 atau 18 tingkat.
Á ÁAditya dari pengerja proyek mengatakan, bangunan sudah
dibangun sesuai dengan bestek.
Á ÁMengenai lepasnya keramik 1 Agustus 2010 sekitar pukul 15.15
Wita yang membuat kepanikan pengunjung, menurutnya tidak berkaitan
dengan struktur bangunan. "Itu lebih disebabkan pemuaian beton yang
kemudian tak bisa diimbangi oleh keramik. Namun, keramik yang pecah
masih dalam batas kewajaran dan bukan karena kegagalan struktur.
Begitu juga dengan retakan di dinding, tidak terkait struktur,
namun hanya pemasangan bata dan semen yang kurang baik," paparnya.
Á ÁHal senada diakui Rico. Menurutnya, tiang, balok maupun
pondasi di Duta Mall masih kokoh. "Bahkan, menurut Direktur PT
Ketira Ir Retika MSc, bangunan kuat memikul beban gempa maupun
beban gravitasi sesuai peraturan yang berlaku untuk bangunan 15
lantai," ucapnya. Ã Ãadi

No comments: