Monday, August 30, 2010

Ketiga Terpidana PKM Ajukan PK

MARTAPURAÄ Ä © Ketiga terpidana kasus Pabrik Kertas Martapura (PKM)
yaitu Hairul Saleh, Iskandar Djamaluddin, dan Gunawan Sutanto
mengajukan peninjauan kembali (PK) ke Mahkamah Agung.
Á ÁKalau sebelumnya PK diajukan terpidana Gunawan Sutanto melalui
penasihat hukumnya yang baru, yakni Djunaidi SH, langkah yang sama
juga ditempuh terpidana Hairul Saleh dan Iskandar Djamaluddin
melalui penasihat hukumnya masing©masing, yaitu Masdari Tasmin dan
Sabri Noor Herman.
Á ÁSaat ditanya keberadaan kliennya, ketiga penasihat hukum ini
pun mengaku tidak mengetahui keberadaan kliennya yang sudah
ditetapkan DPO atau buronan oleh Kejaksaan Negeri (Kejari)
Martapura.
Á ÁDalam persidangan kontra memori PK yang dipimpin ketua majelis
hakim Mery Taat Anggarasih, Senin (30/8) siang, penasihan hukum
terpidana Gunawan, Djunaidi menyerahkan bukti baru terkait pecahan
sertifikat HGB. "Kami menyerahkan bukti baru dan pengajuan PK ini
merupakan masalah hak, biarkan MA yang menilai," ujarnya.
Á ÁPenasihat hukum terpidana Hairul Saleh, Masdari Tasmin dan
penasihat hukum terpidana Iskandar, Sabri Noor Herman, juga
mengajukan bukti baru.
Jaksa penuntut umum (JPU), Thailani M menandaskan, sikap terpidana
terhadap putusan MA sangat tidak konsisten dan terpidana sendiri
seharusnya menghadiri sidang PK. Karena itu, pihaknya meminta
pengajuan PK tidak bisa diterima dan menyatakan putusan MA sudah
tepat dan benar. Ã Ãdio/adi

No comments: