Monday, August 30, 2010

Keluarga Korban Kecewa Pihak Pertamina Tak Tanggap

BANJARMASINÄ Ä © Lima korban ledakan tabung gas masih mendapat
perawatan intensif, tiga di antaranya masih dirawat di ruang ICU
RSUD Ulin Banjarmasin, karena dianggap dokter paling parah dari
yang lainnya.
Á ÁTidak begitu jelasnya siapa yang tiga tersebut, namun menurut
keterangan dokter yang menangani, korban adalah ayah atau pemilik
rumah bernama H Murjani dan menderita luka bakar cukup parah.
Á ÁSenin (30/8) pagi, dokter spesialis bedah plastik yang telah
menangani para korban ketika ditemui mengatakan, H Murjani luka
bakar yang dideritanya mencapai 50 persen.
Á ÁKarena selain menderita luka bakar di bagian tubuhnya, korban
juga sempat mengalami hambatan dibagian saluran pernafasan, oleh
karena itu pihak medis harus melakukan penanganan ekstra keras dan
hati©hati.
Á Á"Untuk H Murjani sang ayah menderita luka bakar 50 persen tipe
2A 2B dengan struksi jalan napas, kemudian ditaruh di ruang
intensif ICU, sedangkan untuk empat korban lagi akan kita tempatkan
di ruang khusus," ungkap dr Darma.
Á ÁSementara itu H Yusran keluarga korban, terus memberikan
dukungan dan mencari solusi tentang musibah yang telah menimpa
seluruh korban yang masih satu keluarga ini.
Á ÁBahkan bersama ketua Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI)
wilayah Kalsel, Fauzan Ramon SH MH, H Yusran mencoba menemui pihak
Pertamina untuk minta kejelasan dan keterangan, karena menurut
informasi ledakan tabung gas merupakan tanggung jawab Pertamina.
Á ÁApalagi menurut H Yusran, korban merupakan konsumen atau
pelanggan jadi tidak salah bila harus konfirmasi ke pihak
Pertamina.
Á ÁNamun sayang, keinginan H Yusran bersama ketua YLKI, Fauzan
Ramon untuk menemui humas atau petinggi Pertamina kandas, karena
menurut keterangan pegawainya kalau humas di kantor Pertamina itu
memang tidak ada.
Á Á"Maaf Pak dis ini tidak ada humasnya, humasnya cuma satu orang
saja yakni Pak Bambang Bianto, beliau di Balikpapan dan kalau ingin
menghubungi bisa lewat telpon," kata pegawai tersebut sambil
menyodorkan secarik kertas yang berisikan nomor telpon.
Á ÁDikatakan pegawai tersebut, kalau Bambang Bianto itu adalah
humas Pertamina se©Kalimantan dan tidak berkantor di Banjarmasin.
Á Á"Ini nomor telpon, keluhan bapak bisa disampaikan melalui
telpon," kata pegawai itu lagi.
Á Á"Sepertinya peristiwa ledakan tabung gas yang membuat lima
warga menderita luka bakar dianggapnya peristiwa biasa saja, karena
tidak ada respon dari pihak Pertamina," keluh Fauzan.
Á ÁBegitu pula ketika diminta untuk bertemu kepala unit Pertamina
Banjarmasin, kembali pegawai tersebut permisi ke belakang, namun
kemudian balik dan mengatakan kalau kepala unit juga tidak bisaÔ h) 0*0*0*° ° Ô ditemui dengan alasan mau rapat.
Á ÁKarena tidak ada tanggapan dari pihak Pertamina, akhirnya H
Yusran bersama Fauzan Ramon datang ke kantor Pemerintah Provinsi
Kalimantan Selatan menemui Sekretaris Daerah Mukhlis Gapuri.
Á ÁH Yusran dan Fuzan Ramon SH MH, menjelaskan semuanya dan
meminta penjelasan langkah apa yang harus mereka ambil, apalagi
kelima korban satu keluarga yang saat ini sudah tidak memiliki apaªapa lagi.
Á ÁKedatangan H Yusran dan Fauzan Ramon SH MH serta beberapa
wartawan disambut baik Sekda Pemprop Muhklis Gapuri. Dalam
pertemuannya Muhklis Gapuri mengatakan kalau masalah korban ledakan
tabung gas sudah disampaikan pihak RSUD Ulin kepadanya dan Gubernur
Kalsel H Rudy Ariffin.
Á Á"Kita sudah terima laporan dari pihak RSUD Ulin Banjarmasin,
dan kita juga sudah meminta pihak rumah sakit untuk
menyelesaikannya, sambil menunggu surat tembusan dari Bupati HST
yang akan disampaikan ke Gubernur dan tembusannya ke Pertamina,"
katanya.
Á Á"Memang peristiwa ledakan tabung gas saat ini marak terjadi
tapi di luar Kalimantan Selatan, pemerintah juga ada mengatakan
kalau yang bertanggung jawab atas ledakan tabung gas itu adalah
Pertamina, namun kita juga tidak sepenuhnya menyalahkan,"jelasnya.
Á ÁSebelumnya diberitakan lima korban menderita luka bakar pada
insiden ledakan tabung gas mendapat perawatan intensif di ruang
tindakan RSUD Ulin Banjarmasin, Minggu (29/8) sore.
Á ÁKelima korban masih satu keluarga merupakan warga Barabai
Pasar Satu, Kabupaten HST, yang menderita luka bakar pada peristiwa
ledakan tabung gas di rumah mereka yang terjadi sekitar pukul 04.00
Wita.
Á ÁAdapun kelima korban H Murjani (50) dan H Ita (45) pasangan
suami isteri bersama tiga orang anaknya yakni, Zikri (11) dan Ica
(7) serta Nazwa (5).Ã Ã ris/adi

No comments: