Friday, August 13, 2010

Ikut©ikutan Jual Sabu

BANJARMASIN © Akibat iseng dan ingin ikut©ikutan menuai untuk
menjual sabu, mengakibatkan Amat (38), warga Jl Alalak Selatan RT
8 No 194 Banjarmasin harus berurusan dengan aparat Sat II Dit
Narkoba Polda Kalsel, Kamis (12/8) sekitar pukul 14.00 Wita.
Á ÁPemuda yang dikabarkan masih melajang ini tertangkap dengan
barang bukti empat paket sabu dengan berat total kotor 0,96 gram
atau berat bersih 0,16 gram.
Á ÁIa tak bisa lagi berkutik setelah tertangkap tangan oleh
petugas yang sedang melakukan penyamaran sebagai calon pembeli
sabu. Amat kini diproses oleh penyidik dan terancam pasal 112 UU No
35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman minimal
empat tahun penjara.
Á ÁJumat (13/8), Kasat II Dit Narkoba Polda Kalsel AKBP Jimmy A
Annes membenarkan jika pihaknya berhasil menangkap Amat, setelah
tertangkap tangan mengedarkan sabu sebanyak empat paket hemat.
Á ÁInformasi terhimpun, kala itu, petugas sedang melakukan upaya
penyamaran untuk membongkar dan menangkap seorang target operasi
(TO) di kawasan Jl Alalak Selatan.
Á ÁNamun, tanpa diduga oleh sang petugas penyamar, tiba©tiba
muncul Amat yang tanpa curiga justru berbincang©bincang dengan
petugas.
Á ÁSingkat kata, Amat justru menawarkan sabu kepada petugas dan
mengakui kalau ia bisa menjual sejumlah paket hemat sabu yang
dijual seharga Rp200 ribu/paket.
Á ÁKaruan saja, dari pada nihil tangkapan, petugas penyamar
kemudian mencoba memancing apakah memang Amat mau menjual sabu©sabu
miliknya.
Á ÁAmat lantas menyanggupi menyiapkan empat paket hemat sabu dan
barang haram itu berada di rumahnya. Tanpa rasa curiga, Amat
kemudian mengajak petugas penyamar untuk melakukan transaksi di
rumahnya, biar lebih aman.
Á ÁSang petugas kemudian mengikuti saja langkah Amat menuju
rumahnya yang memang tak jauh dari lokasi pertemuan tanpa sengaja
itu.
Á ÁBegitu sampai di rumah, Amat tanpa ragu memperlihatkan empat
paket sabu kepada orang yang dikiranya sedang mencari sabu itu.
Tanpa banyak kata©kata, sang petugas langsung membekuk Amat yang
saat itu terkaget©kaget.
Á ÁBegitu diberitahu kalau yang sedang dihadapi Amat adalah
polisi, Amat menjadi lemas dan pasrah saja begitu ia digiring
bersama barang bukti menuju Dit Narkoba Polda Kalsel untuk
diinterogasi.
Á ÁAmat mengaku hanya iseng menjual sabu karena tergoda untung,
selepas pekerjaan sebagai buruh angkut tak banyak membawa hasil.
"Sabu yang ada itu sudah dua bulan, rencananya untuk dipakai
sendiri. Belinya patungan bersama teman©teman dan sabu ada yang
mengantarnya, namun saya tidak tahu siapa orangnya," bebernya. Ã Ãadi

No comments: