Sunday, August 22, 2010

Duta Mall 'Digoyang' Mobil Mesum

BANJARMASINÄ Ä © Duta Mall rupanya tak lepas dari sensasi. Selepas
diterpa isu gedung runtuh, Duta Mall kebagian berita kurang enak
lagi, yakni mobil bergoyang, Sabtu (21/8) malam lalu.
Á ÁBangunan mall terbesar di Kota Banjarmasin di Jl Simpang Ulin
ini sebenarnya bukan kali ini saja ditemukan mobil bergoyang yang
diduga akibat perbuatan mesum penumpang di dalamnya. Sebab,
beberapa waktu lalu, kejadian serupa pernah terjadi melibatkan
oknum petinggi salah satu bank syariah di kota ini.
Á ÁPeristiwa mesum ini diduga kuat terjadi di parkir mobil P©2
sekitar pukul 21.00 Wita.
Á ÁDari informasi terhimpun, lima orang warga, salah satunya
sekuriti Duta Mall berinisial AF mencurigai sebuah mobil Honda Jazz
berwarna biru DA 16xx YY. Diduga di dalamnya ada sepasang muda©mudi
sedang asyik masyuk bermesum ria.
Á ÁBegitu didekati oleh warga, tiba©tiba mobil itu melaju kencang
meninggalkan areal parkir P©2 menuju areal P©1. Namun, begitu mobil
sampai ke lantai dasar di dekat mushala, mobil berhasil dicegat
petugas keamanan, berkat komunikasi melalui radio.
Á ÁAlhasil, kedua penumpang, sepesang muda©mudi yang diduga keras
belum diikat tali pernikahan itu dikeluarkan paksa dan lantas
digelandang menuju pos sekuriti untuk diinterogasi.
Á Á"Kala itu, mobil yang bergoyang kami dekati, tetapi mobil itu
langsung dipacu sehingga nyaris menabrak kami," kisah AF seraya
dibenarkan keempat rekannya.
Á ÁSekuriti menduga, memang terjadi perbuatan mesum, terlihat
saat pintu mobil dibuka, sang perempuan seperti tergesa©gesa
memasang celananya.
Á ÁSayangnya, polisi di Pos Polisi Simpang Ulin Polsekta
Banjarmasin Tengah tidak mengetahui sama sekali kejadian itu.
Bahkan, mobil yang ditumpangi pelaku pun sudah lenyap tak
meninggalkan bekas.
Á ÁPadahal sebelumnya petugas Sat Reskrim Polresta Banjarmasin
telah menyebutkan memang benar ada peristiwa mesum tersebut.
Á ÁSementara itu Pimpinan Duta Mall Dicky Gunawan alias Aseng
yang dikonfirmasi melalui Humasnya, Agnes, juga mengaku tidak tahu
soal peristiwa mobil `goyang' itu. "Tidak ada laporan yang masuk ke
manajemen. Tetpai saya bingung soalnya ada juga petugas dari
Polsekta Banjarmasin Tengah menanyakan hal serupa. Nanti saya cek
kembali," ujar Agnes. Ã ÃadiÄ Ä

à ÃPolice Line Lenyap Lagi
BANJARMASINÄ Ä © Meski sudah dipasang kembali oleh Dit Reskrim Polda
Kalsel, lahan bermasalah di Desa Makmur Mulia Satui, Tanbu ternyata
diduga hilang karena dirusak.
Á ÁMenurut Ketua TPK Sumber Harapan, Abdul Tinus, rusaknya police
line itu diduga dilakukan oleh pihak PT Era Dasa Indonesia (EDI)
yang kemudian beroperasi kembali melakukan penambangan.
Á ÁAbdul Tinus didampingi Sekretaris Syaiful dan Bendahara
Arsyad, Minggu (22/8) kemarin kepada wartawna menerangkan,
aktivitas PT EDI di lahan yang masih status quo tersebut.
Á ÁMenurut mereka, sejak awal Ramadhan, tepatnya di blok 70 dan
blok 71 terjadi aktivitas penambangan batubara.
Á ÁSyaiful menyayangkan PT EDI tidak menghormati status quo atasÔ h) 0*0*0*° ° Ô lahan yang masih bersengketa tersebut, apalagi ternyata juga masuk
ranah pidana ini.
Á ÁSebelumnya, kali pertama, hal serupa terjadi sekitar Juni 2010
tadi. Masih menurut Tinus, menyikapi masalah tersebut, pihaknya
akan melaporkan masalah ini ke Kapolri jendral Bambang Hendarso
Danuri (BHD), Div Propam Mabes Polri dan Ombudsman. Harapannya,
agar Polri serius menangani kasus penyerobotan lahan milik kelompok
tani serta menindak oknum©oknum polisi yang membekingi PT EDI.
Á ÁSebagaimana diinformasikan TPK Sumber Harapan, meski
penambangan ilegal PT EDI di lahan sawit yang dikelola kelompok
petani plasma Sumber Usaha KUD Nusantara (TPK Sumber Harapan) di
Desa Makmur Mulia Satui, dihentikan penyidik Sat IV Dit Reskrim
Polda Kalsel karena masih dalam proses hukum, namun ternyata PT EDI
kembali menambang.
Á ÁPadahal, pimpinan PT EDI sudah dijadikan tersangka dalam kasus
tersebut, namun perusahaannya masih tetap beroperasi di lahan sawit
milik petani.
Á ÁHal itu, lanjutnya, justru sebagai tindakan melecehkan proses
hukum yang sedang berjalan, dengan bukti berkas perkara Nomor Pol:
B/13.a©4/VI/2010/Dit Reskrim tanggal 3 Juni 2010 serta surat No. Bª1596/Q.3.4/Epp.2/06/2010 tertanggal 25 Juni 2010.Á < Á
Á ÁTak hanya itu, jalannya penambangan tak lepas dari campur
tangan atau back up dari oknum anggota Brimob atas perintah oknum
perwira menengah di Polda Kalsel.
Á ÁAlhasil, jajaran Sat IV Tipiter kesulitan untuk menghentikan
penambangan meski kasusnya sedang ditangani kesatuan tersebut. Ã Ãadi

No comments: