Thursday, August 5, 2010

Dunfe Karaoke Room F 02 Kena Police Line Dua Pekerjanya Kesandung 3 Butir Ineks

BANJARMASINÄ Ä © Keduakalinya pada tahun 2010, room Dunfe Karaoke kena
police line oleh petugas Sat Narkoba Mapoltabes Banjarmasin.
Setelah sebelumnya pada bulan Mei lalu room F 10 kena police line
karena kasus narkotika, hingga malam kemarin Dunfe Karaoke room F
02 kena police line setelah sekuriti dan pekerja VAR Dunfe Klub Jl
Lambung Mangkurat 18 Banjarmasin, juga terlibat narkotika, Rabu
(4/8) sekira pukul 23.00 Wita.
Á ÁSekuriti Dunfe Karaoke, Fir alias Calong (29), warga Jl
Kamboja RT 1 Banjarmasin Tengah dan pekerja VAR Dunfe Klub Karaoke
Dewi (30), warga Jl Niaga Utara RT 19 No 1 Kertak Baru Ilir
Banjarmasin Tengah, tertangkap tangan miliki tiga butir narkotika
jenis ineks saat transaksi berlangsung.
Á ÁHingga petugas Unit Idik II Sat Narkoba Mapoltabes Banjarmasin
terpaksa kembali melakukan pemasangan police line di room Dunfe
Karaoke F 02. Diketahui peredaran narkotika di THM itu, sudah tiga
kali dilakukan penangkapan terhadap karyawannya oleh polisi.
Á ÁKamis (5/8) kemarin, Kasat Narkoba Mapoltabes Banjarmasin
Kompol Chrystian Rony SIK melalui Kanit Idik II Ipda Andre
Hutagalung SH menerangkan, untuk keduakalinya room di Dunfe Karaoke
di©police line, karena dua karyawan di Dunfe Karaoke tertangkap
tangan memiliki tiga butir ineks saat menyerahkan barang ke
pengunjung, sedangkan pengedar Agus masih dalam pengejaran petugas.
Á ÁSemuanya berdasarkan informasi dari masyarakat bahwa di Dunfe
Karaoke sering berlangsung transaksi narkotika yang dilakukan oleh
pekerjanya. Saat dilakukan penyelidikan di TKP oleh petugas
ternyata benar. "Bertepatan saat petugas di TKP melihat transaksi
berlangsung antara sekuriti dan pekerja VAR Dunfe Klub langsung
kita ciduk, ineks terbungkus kertas," tambahnya.
Á Á"Memang saat penyergapan berlangsung ineks masih di tangan
tersangka Fir alias Calung, namun karena ineks pesanan Dewi ia juga
kita amankan. Sedangkan dua wanita pemandu lagu tak ditemukan
keterkaitan barang ineks tersebut, mereka kita jadikan saksi, yakni
saudari Ana alias Mauren (26) dan Tuty alias Selvi (29) mereka
sudah kita periksa secara intensif," jelasnya.
Á Á"Demi keamanan penyelidikan police line kita pasang sekira
pukul 24.00 Wita dan ini sudah tiga kali di tahun 2010 di THM
Sphinx kita amankan pemilik narkotika. Pertama di tempat parkiran
Sphinx Januari namun tak dikena police line, kedua pada bulan Mei
room F 10 kita police line. Kemudian pada bulan Agustus room F 02
kasus sama narkotika jenis ineks," tegasnya.
Á ÁPara pelaku akan dijerat pasal 114 ayat (1) UU RI No 35 Tahun
2009 tentang Narkotika dan minimal lima tahun penjara. Status
pengelola Dunfe Karaoke masih kita gali untuk penyidikan, siapapun
dia akan kita tindak bila kesandung narkoba. Nantinya kita lihat
dari hasil pemeriksaan pengelola akan kita panggil," beber Kompol
Chrystian Rony SIK.
Á ÁDi hadapan wartawan, Fir alias Calong sudah dua bulan jadiÔ h) 0*0*0*° ° Ô sekuriti Sphinx. "Saya akui saya baru dua kali bisnis ineks, ineks
diambil dari Agus, beli tiga butir Rp750 ribu, satu butir Rp250
ribu. Barang langsung ia yang antar ke parkiran. Saya sama satu
kerjaan dengan Boneng yang tertangkap terlebih dahulu kemarin lusa,
untung satu butir dapat untung Rp20 ribu," ucapnya menyesal.
Á ÁDewi dengan muka ditundukkan mengakui, ia disuruh tamu room
semuanya cowok tiga orang, salah satunya Budi minta dibelikan tiga
butir ineks sambil mengasih uang Rp800 ribu. "Pertama tanya sana
sini. Saat tanya dengan Calong langsung diiyakan barang ineks ada.
Saat Calong serahkan ineks langsung diciduk polisi," katanya sedih.
Á ÁDiakui Dewi, ia mau karena tamunya sudah lama kenal dan
terlihat sering berkunjung di VAR Klub. "Waktu Calung tiba mereka
bertiga terlihat memasuki salah satu room di Dunfe Karaoke. Kasihan
anak saya dua mereka tak tahu ibunya tertangkap polisi," ungkapnya
dengan menitikkan air mata. Ã Ãzal/adi

No comments: