Thursday, August 5, 2010

Dansil IV Digelar

BANJARMASINÄ Ä © Kasus dana siluman (Dansil) jilid IV menghadirkan
terdakwa H Noor Ilham, mantan Kabag Keuangan Pemko Banjarmasin pada
sidang di Pengadilan Negeri (PN) Banjarmasin, Kamis (5/8) kemarin.
Á Á Di depan majelis hakim yang diketuai Agung Wibowo SH dengan
hakim anggota M Irfan SH dan Sinung Barkah SH, jaksa penuntut umum
(JPU) Ramadani SH dan Margono SH mendakwa Anang dengan pasal 2 dan
pasal 3 jo pasal 18 ayat 1 UU RI No 31 Tahun 1999 sebagaimana
diubah dengan UU No 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Korupsi jo
pasal 55 ayat (1) ke©1 jo pasal 64 ayat (1) KUHP.
Á ÁDalam sidang yang berlangsung satu jam ini, terdakwa
didampingi penasihat hukumnya terlihat tenang menghadapi sidang.
Dalam dakwaanya mantan Kabag Keuangan di era Walikota Sopyan Arpan
dinyatakan terdakwa telah ikut menikmati dana simpanan hari tua
(Siharta) yang dananya bukan berasal dari posnya, melainkan dari
pos tidak tersangka, sehingga terdakwa tidak berhak atas dana
tersebut.
Á ÁDiungkapkan dalam dakwaan bahwa pada saat terdakwa menjabat,
almarhum Sopyan Arpan telah mengasuransikan 45 anggota dewan begitu
juga walikota dan terdakwa. Terdakwa pada saat itu menjabat sebagai
pejabat keuangan, menerima perintah berupa surat perintah membayar
uang (SPMU) untuk premi asuransi No 1076/R/PAD/2002 tanggal 19
September 2002, sejumlah 782.650.250.
Á ÁDengan perincian premi untuk 45 anggota dewan sebesar
Rp741.406.250, almarhum Sopyan Arpan Rp25 juta dan premi untuk
asuransi terdakwa Rp16.250.000.
Á ÁKemudian pada tanggal 23 Januari 2003 kembali keluar SPMU No.
7692/R/PAD/2003, dengan jumlah yang dibayar Rp782.650. 250, dengan
rincian premi untuk 45 anggota dewan Rp741.406.250, almarhum
Sopyan Arpan Rp25 juta, dan terdakwa Rp16.250.000.
Á ÁSelanjutnya, kembali keluar SPMU No 10 /BTI/PAD/2004 tanggal
13 Januari 2004 sebesar Rp757.656.250. Untuk masing©masing untuk
premi 45 anggota dewan Rp741.406.250 dan untuk terdakwa
Rp16.250.000.
Á ÁJadi total premi untuk terdakwa sebesar Rp48.750.000 dan
almarhum Sopyan Arpan Rp50.000.000. Dari premi Rp48.750.000
tersebut terdakwa telah menerima asuransi Siharta pada tanggal 14
April 2007 sebesar Rp98.000.000. Ã Ãida/adi

No comments: