Monday, August 16, 2010

Bila Tak Diterima Akan Ke Mabes Polri

BANJARMASINÄ Ä © Dua nasabah PT Millenium Pranata Future (MPF),
Norsari (32) dan Hamdan (35) diduga ditipu oleh MPF yang beralamat
di Jl A Yani Km 5,7 No 18 Banjarmasin, hampir ratusan juta rupiah.
Á ÁDisinyalir keduanya, dalam bisnisnya PT MPF ini diduga mirip
dengan bisnis milik Lihan.
Á ÁKarena merasa dirugikan sebanyak Rp75, Norsari mencoba
melaporkan kasusnya ke Mapolda Kalsel. Sayang dalam laporannya
bersama korban Hamdan justru ditolak.
Á ÁDikatakan, mereka disuruh melakukan penyelidikan sendiri
terhadap PT MPF tersebut, sontak keduanya kaget dengan sambutan
petugas yang ada di Dit Reskrim Mapolda Kelsel.
Á ÁHingga keduanya angkat bicara. "Besok Senin (hari ini©Ã ÃRedÄ Ä),
bila untuk keduakalinya laporan pengaduan kami ditolak oleh pihak
Mapolda Kalsel, kami akan melaporkan kasus penipuan tersebut ke
Mabes Polri dan tak menutup kemungkinan juga mengadukannya kepada
Presiden RI," ucap Norsari, Jumat (13/8) lalu.
Á Á"Saya ditipu sampai semua emas dan uang gaji suami saya habis
uang saya tak kembali. Padahal baru satu bulan uang disetorkan ke
cabang PT MPF di Jl A Yani Km 5,7 Banjarmasin, saat ditanyakan kami
mau menarik uang malah dikatakan uang kas PT MPF hanya tinggal Rp10
juta," paparnya.
Á ÁDikatakan Hamdan, ia sudah serahkan uang ke PT MPF sebesar
Rp100 juta. Dalam perjanjian keuntungan mulai dari Rp250 ribu
sampai Rp2,5 juta tergantung besar kecilnya uang yang disetorkan ke
PT MPF tersebut. "Padahal dalam kontrak, uang setelah disetorkan
bisa diambil kapanpun bila kita mau," jelasnya.
Á Á"Saat kami berdua mau menarik uang malah dikatakan sisa kas PT
MPF tinggal Rp. 10 juta. Saya mau tarik uang Rp30 juta untuk
keperluan tertentu.
Á ÁKedua korban didampingi oleh LSM Gerindo Kalsel Agus Tamadia
dan LSM JP3M Sirajulhuda.
Á ÁDikatakan Wakil Ketua Gerindo Kalsel ini, korban lapor ke
Mapolda Kalsel pada Senin (9/8) lalu namun ditolak dengan alasan
supaya diselidiki sendiri kasusnya. "Kita akan coba lapor kembali
Senin ini, bila laporan kami tak ditanggapi, kami akan lapor ke
Mabes Polri dan Presiden RI SBY," singgungnya.
Á ÁSebagai lembaga amanat hukum seyogyanya laporan dari
masyarakat diterima dan diproses. "Kita kecewa laporan korban tak
diterima," bebernya.
Á ÁUniknya PT MPF dalam menarik nasabahnya selalu mengatakan
perusahaan ini diresmikan oleh Kapolda Kalsel, dan ini diduga ada
modus penipuan berkedok investasi seperti milik Lihan. "Kami minta
untuk membuka tabir penipuan ini, jangan disamakan seperti membuka
tabir Lihan," harapnya.
Á ÁDikhawatirkan manajemen lari dan uang nasabah tak kembali.
Menurutnya, nama Kapolda Kalsel bisa dirugikan oleh PT MPF. Dalam
negosiasi dengan nasabah selalu mengatakan PT MPF diresmikan oleh
Kapolda Kalsel. Ã Ãzal/adi

No comments: