Friday, August 6, 2010

13 Paket Sabu Disita

BANJARMASIN © Sat I Dit Narkoba Polda Kalsel berhasil menciduk Rudy
(42) dari kediamannya sendiri di Jl Pekapuran Raya RT 7
Banjarmasin, setelah ditemukan barang bukti 13 paket sabu siap
edar, Kamis (5/8) sekitar pukul 16.30 Wita.
Á Á13 paket kecil©kecil sabu tersebut setelah ditimbang memiliki
berat kotor 3,86 gram atau berat bersihnya 1,26 gram. Akibatnya,
Rudy dijerat dengan pasal 112 ayat (1) UU No 35 Tahun 2009 tentang
Narkotika dengan ancaman minimal empat tahun penjara.
Á ÁJumat (6/8), Kasat I Dit Narkoba AKBP Made Wijana membenarkan
bahwa pihaknya telah berhasil menciduk Rudy dari rumahnya sendiri,
setelah ada informasi kalau yang bersangkutan menyimpan sabu dan
kerap mengedarkannya.
Á ÁMenurutnya, berbekal informasi tersimpun, kemudian petugasnya
bergerak mendatangi rumah Rudy di Jl Pekapuran Raya RT 7 dan
langsung melakukan penggeledahan.
Á ÁCukup lama menggeledah, akhirnya polisi menemukan barang bukti
13 paket sabu di sebelah kulkas yang ada di ruang tengah rumah
tersangka.
Á ÁTanpa bisa mengelak lagi, Rudy lantas digiring menuju Polda
Kalsel untuk kepentingan pemeriksaan verbal sekaligus upaya
pengembangan kasus.
Á ÁSelain menyita 13 paket sabu, polisi juga menemukan uang Rp200
ribu dari Rudy yang diduga sebagai hasil dari menjual paketan sabu.
Á ÁHanya saja, gelar kemarin cukup disayangkan, karena penyidik
tak berani mengeluarkan tersangka dari sel dengan alasan tidak ada
izin dan tanda tangan bon tahanan dari Kasat I Dit Narkoba. Ã Ãadi

3 comments:

Anonymous said...

cuman pengen nanya ni brother,
kok media anda dan media2 lokal lain di KALSEL nda ada satupun yang memberitakan soal BENCANA ALAM di Kabupaten TANAH BUMBU yang terjadi baru2 ini????

bencana itu terjadi karena terlalu semena2 nya pemberian ijin dari oknum yg berkuasa disana kepada pengusaha2 .sampai hutan lindung aja di sikat habis.

padahal penghancuran hutan itu sudah menjadi isu nasional loh?

seluruh rakyat Indonesia sudah tau, ada disemua media cetak, media elektronik maupun media internet :)

kok , seperti ada konspirasi yaa?? :)
terutama untuk media2 di dalam kalsel :)

aneh...

Adi Permana bin H Ali Basrah bin Barihun bin Taib bin Katar said...

Berita banjir sudah ada di semua media lokal...Sementara sejumlah pengusaha yang menambang di kawasan hutan sudah dijerat hukum....Hmmmm..tapi pasti ada hal lain di balik maraknya penambangan di Kalsel yg perlu diungkap bukan begitu bro.....

Anonymous said...

betul, berita banjir memang ada, tapi sangat kecil sekali proporsinya dan tidak pernah menjadi headlines, kadang cuman nyempil di pojokan :)
ga pantes untuk berita yg sudah menelan korban jiwa.
di newsticker televisi aja ditayangkan berulang2, kok di banua sendiri malah cuman numpang lewat???

kalo berfikir su'uzon, kami jadi berfikir begini "emang media kalsel dibayar berapa sih ama si pecundang, sampe berita skala nasional aja proporsinya keciiil sekali di semua media cetak kalsel???"

jujur aja, di media2 nasional lain aja gw nemu berita soal pengusakan terorganisir hutan lindung di tanahbumbu yang menyebabkan banjir dan menelan korban jiwa.
belum lagi berita2 lain yg terkait dengan sang "pecundang"

sekali lagi, cuma media kalsel aja yg kayaknya "tutup mata" dan "tutup mulut" deh :)

apa yang terjadi pada dirimu...apa yang terjadi pada beritamu.....

d'bagindas "apa yg terjadi"