Sunday, July 11, 2010

Warga Khawatir Pencemaran Tambang Gas

MARTAPURAÄ Ä © Warga Desa Sungai Tabuk Kramat Kecamatan Sungai Tabuk
merasa khawatir dengan rencana pengeboran gas metana di desa
mereka. Pasalnya, mereka takut kejadian seperti meluapnya lumpur
Lapindo di Sidoarjo juga terjadi di desa mereka.
Á ÁHal ini terungkap saat Sosialisasi Kegiatan Pengeboran Sumur
Gas Metan dari Batubara (CBM) di Wilayah Desa Pemakuan dan Desa
Sungai Tabuk Kramat Kecamatan Sungai Tabuk Kabupaten Banjar yang
dilaksanakan di aula kecamatan, Jumat (9/7) sore.
Á ÁMeskipun perwakilan PT Barito Basin Gas (BBG) yang merupakan
kontraktor pengeboran ini sudah menjelaskan dengan panjang lebar
termasuk teknologi yang mereka gunakan, namun warga tetap merasa
khawatir karena luapan lumpur Lapindo yang menenggelamkan beberapa
desa di Sidoarjo tidak bisa dihentikan dengan teknologi tercanggih
saat ini.
Á ÁSeorang warga, Gafuri menegaskan, ekplorasi pasti berdampak.
Karena itu apakah perusahaan menjamin kalau nantinya terjadi halªhal yang tidak diinginkan. "Kita tentunya tidak ingin hal yang
tidak baik terjadi, tapi bagaimana kalau seandainya terjadi, siapa
yang bertanggung jawab," ujarnya.
Á ÁGafuri menanyakan, apakah pengeboran itu nantinya juga tidak
merusak tanah didesanya. Soalnya, 80 persen masyarakat di desa
tersebut berusaha di bidang pertanian.
Á ÁHal senada juga ditandaskan tokoh masyarakat setempat, H
Syahruji. Menurutnya, kalau warga yang lain khawatir tentang
rencana pengeboran ini, dirinya justru takut kalau benar©benar
dikerjakan. "Saya mengerti dengan apa yang telah dijelaskan tentang
gas, teknologi pengeboran dan sebagainya, tapi apa jaminan kalau
terjadi hal yang tidak kita inginkan," ujarnya.
Á ÁBerkaca dengan pengamalan yang diketahuinya di daerah Pengaron
sebut Syahruji, setelah dilakukan pengerjaan dan ternyata tidak
dilanjutkan akhirnya masyarakat yang dirugikan. "Sampai saat ini
lahan di sana tidak direklamasi," katanya.
Á ÁSyahruji menginginkan pihak kontraktor dapat memberikan
jaminan dan itu dapat diyakini warga, karena kalau memang benar
pengeboran ini tidak berdampak negatif dan bermanfaat bagi
masyarakat banyak, justru akan menguntungkan bagi warga setempat.
Salah satunya sebagai lapangan pekerjaan.
Á ÁPerwakilan PT BBG, Rexy mengatakan, pihaknya memiliki
teknologi untuk meminimalisir resiko, karena itu pemerintah
memberikan kepercayaan kepada PT BBG untuk melakukan pengerjaan.
"Kami sudah banyak melakukan pengeboran seperti di Aceh, dan daerah
lainnya di Indonesia, kami punya teknologi tinggi untuk
meminimalisir resiko," ujarnya.
Á ÁRexy menjelaskan, sebelumnya pihaknya sudah melakukan
presentasi di hadapan Gubernur Kalsel dan Bupati Banjar mengenai
hal ini. Dan, rencananya akhir Juli ini dilakukan tahap konstruksi
yakni berupa pengerasan tanah agar dapat dilewati alat©alat berat.
"Dari data awal di wilayah Banjar dua (Sungai Tabuk Kramat) ini
memag ada kandungan gas metan, dan rencananya Oktober dimulai
pengeboran," kata Rexi seraya menyatakan kalau terjadi hal yang
tidak diinginkan tentunya PT BBG yang bertanggungjawab.
Á ÁPerwakilan PT BBG lainnya, Elfiana menambahkan, dalam bekerja
di daerah mana pun pihaknya selalu mengutamakan keselamatan baikÔ h) 0*0*0*° ° Ô keselamatan masyarakat maupun pekerjanya. Bahkan, kalau terjadi
hal©hal yang tidak diinginkan pihaknya melakukan tanggap darurat
dengan melakukan evakuasi dan menjamin kebutuhan makan warga selama
masa evakuasi tersebut.
Á ÁSementara itu, Pembakal Sungai Tabuk Kramat H Sofyan yang
ditemui wartawan di tempat terpisah menegaskan, masyarakat masih
ada keraguan mengenai rencana pengeboran gas metan ini, karena itu
sangat perlu dilakukan sosialisasi lagi. "Yang jelas di sana
merupakan lahan pertanian karena itu masyarakat masih ragu, kecuali
ada hitam di atas putih yang menyatakan perusahaan bertanggungjawab
kalau terjadi hal©hal yang tidak diinginkan," katanya.Ã Ã dio/adi

No comments: