Monday, July 19, 2010

Warga Etnis Pilih Tidak Kembali

BANJARBARUÄ Ä © Warga salah satu etnis yang diusir massa di Desa
Kampung Baru Kecamatan Cempaka memilih tidak kembali ke Desa
Kampung Baru dan lebih memilih tinggal dengan keluarganya yang
bertempat tinggal terpisah©pisah di Banjarmasin dan Banjarbaru.
Á ÁSalah seorang warga etnis tersebut Mat Khalil mengatakan,
Kalimantan merupakan kampung halaman mereka, karena mereka dan
anak©anaknya dilahirkan di daerah ini. Bahkan, warga mereka ada
yang nikah dengan warga asli Kalsel, seperti di Kandangan dan
Banjarmasin. Á ¸ ¸ Á
Á Á"Kami sudah mendarah daging di sini, di antara kami sudah ada
yang kawin dengan orang Kandangan dan Banjarmasin, serta sudah
punya anak cucu di Kalimantan sejak lama," katanya dalam Forum
Rapat Koordinasi di Mapolresta Banjarbaru, Senin (19/7).
Á ÁDalam pertemuan yang dihadiri Kapolresta Banjarbaru AKBP Aby
Nursetyanto dan perwakilan instansi terkait di lingkungan Pemko
Banjarbaru ini, Mat Khalil menjelaskan, orangtua mereka kini sudah
tidak ada lagi di Madura. Sedangkan untuk kembali ke Kalteng mereka
rasanya tidak mungkin karena tidak diperkenankan lagi.
Á ÁMat Khalil sendiri saat ini tinggal di tempat sepupunya yang
beralamat di Balitan Banjarbaru. Sementara, anaknya masih belum
turun sekolah karena semua buku pelajaran dan pakaian sekolah
miliknya masih berada di lokasi kejadian. Karena itu pula, pada
kesempatan itu, Mat Khalil meminta kepada forum untuk membantu
membawakan barang©barang milik mereka yang masih tertinggal di
Kampung Baru.
Á ÁMat Khalil yang mewakili warga etnis ini mengakui kalau
pihaknya memang bersalah. Namun, warga setempat setidaknya bisa
memberi batas waktu untuk meninggalkan rumah mereka, agar pihaknya
bisa mempersiapkan segala sesuatunya.
Á Á"Saat di Kalteng dulu, semua barang bisa kami bawa, karena ada
pengumuman satu minggu harus segera meninggalkan kampung, tapi di
Cempaka tiba©tiba sekali, orang©orang langsung datang dan tidak
memberi kami kesempatan," ucapnya.
Á ÁLurah Cempaka Misjuadi menuturkan, mengenai masalah aset milik
ketujuh kepala keluarga pendatang tersebut, pihaknya bersama warga
akan menfasilitasi penjualannya. Apabila nantinya terjual maka
hasilnya akan diberikan kepada warga pendatang tersebut. Aset milik
warga pendatang tersebut rata©rata memang sudah dilengkapi surat
bukti kepemilikan.
Á ÁSementara itu, Dinas Sosial Kota Banjarbaru tengah mengusulkan
bantuan dana ke Pemprov Kalsel untuk membantu ketujuh kepala
keluarga pendatang ini. Mengenai pendidikan anak©anak warga
pendatang tersebut, Camat Cempaka Masjuddin Noor menyatakan,
pihaknya telah berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan Banjarbaru
agar anak©anak tersebut tetap melanjutkan sekolahnya.Á x x A Á
Á ÁKapolda Kalsel Brigjen Untung S Rajab yang meninjau langsung
para pengungsi di teras belakang Mapolresta berpesan kepada para
warga pendatang agar nantinya di tempat yang baru dapat lebihÔ h) 0*0*0*° ° Ô menghormati adat istiadat dan norma©norma penduduk setempat dan
dapat belajar dari peristiwa ini.
Á ÁSekadar diketahui, pada Jumat (16/7) terjadi pengusiran oleh
massa terhadap warga etnis di Desa Kampung Baru. Peristiwa ini
dipicu ulah Rohim, yang merupakan warga etnis yang memukul salah
seorang warga setempat hingga berdarah. Massa marah dan melakukan
pengrusakan terhadap tujuh buah rumah yang ditempati warga etnis
tersebut. Massa juga sepakat menolak warga etnis untuk kembali ke
Kampung Baru.Ã Ã dio/adi

No comments: