Sunday, July 18, 2010

Warga Diimbau Menahan Diri

BANJARMASINÄ Ä © Pasca kerusuhan di Desa Kampung Baru, Kecamatan
Cempaka, Banjarbaru yang dipicu ulah Rohim, warga etnis tertentu,
Dit Reskrim Polda Kalsel mengambil alih penanganan kasus tersebut.
Rohim kini menjalani pemeriksaan dan penahanan di Polda Kalsel.
Á ÁSabtu (17/7), Kapolda Kalsel Brigjen Pol Untung S Rajab
melalui Kabid Humas AKBP Edi Citianto kepada wartawan mengimbau
kepada warga setempat agar bisa menahan emosi dan mengendalikan
diri.
Á ÁIa berharap, kejadian yang sudah terjadi tidak sampai meluas
karena justru akan merugikan semua pihak.
Á ÁMenurutnya, permasalahan pokok biar diselesaikan secara hukum
dan diharap warga mempercayakan penanganannya kepada pihak
berwajib.
Á Á"Tahan diri dan tidak perlu mengedapankan emosi karena hanya
akan merugikan semua pihak. Biar kasus ini diserahkan kepada pihak
berwajib yang akan memprosesnya secara profesional dan
proporsional," tuturnya.
Á ÁEdi menginformasikan bahwa upaya meredam situasi panas sudah
dilaksanakan dengan jalan mediasi antar tokoh masyarakat dan sudah
dilaksanakan di Mapolsekta Banjarbaru Timur.
Á ÁSementara itu, Rohim (20), bujangan yang kini diamankan oleh
Polda Kalsel karena diduga melakukan pemukulan terhadap korban,
Isam, warga setempat terlihat sedih ketika diwawancarai wartawan.
Á ÁRohim menyatakan permohonan maaf kepada orang tuanya. "Saya
minta maaf kepada ibu dan keluarga," katanya pelan.
Á ÁDisinggung apakah memang dirinya memacu sepeda motor dengan
kecepatan tinggi dan berisik, Rohim membantahnya.
Á ÁMenurutnya, kejadian itu bermula saat dirinya ditegur oleh
Isam (40). Dikatakan, ia awalnya ditantang Isam berkelahi, namun ia
selalu menghindar.
Á Á"Dia (Imis) kemudian memukul dua kali namun saya hindari.
Namun saya terus dipukul sehingga terpaksa saya tangkis dan balik
memukul, sehingga kena hidungnya," jelasnya.
Á ÁKejadian pada Jumat (16/7) sekitar pukul 11.00 Wita itu,
berbarengan dengan ramainya warga yang sedang berkumpul karena
sedang ada kampanye.
Á ÁKemudian, aparat Polsek Cempaka melakukan pengamanan terhadap
pihak yang bertikai. "Saya diamankan ke kantor Polsek Cempaka,
kemudian ke Polres Banjarbaru," ucap pria ini.
Á ÁRohim menduga, permasalahannya itu ia yakini hanya karena
motif dendam lama, karena kakaknya pernah menabrak warga setempat.
Hanya saja, yang membuatnya bingung, permasalahan kakaknya itu
sebenarnya sudah diselesaikan dengan damai, karena kakaknya sudah
memberi ganti rugi terhadap korban yang tertabrak.Ã ÃÄ Ä
Á ÁSebagaimana diketahui, akibat nila setitik rusak susu
sebelanga. Pepatah ini sepertinya tepat dialamatkan kepada Rohim,
seorang warga etnis tertentu yang sering berbuat ulah di Desa
Kampung Baru Kecamatan Cempaka, Kota Banjarbaru.
Á ÁKarena sikap arogannya yang memukul salah seorang warga
setempat, massa akhirnya melampiaskan kemarahan yang selama ini
dipendamnya dengan mengusir puluhan warga etnis tertentu tersebut,
Jumat (16/7).
Á ÁBukan hanya itu, massa juga merusak tujuh buah rumah wargaÔ h) 0*0*0*° ° Ô etnis yang tersebar di Desa Kampung Baru, dan mengobrak©abrik isi
rumah yang sudah ditinggalkan para warga etnis tersebut. Ketujuh
rumah warga etnis tersebut atas nama, Astiwar, M Kholil, Khairun,
Sabrun, Madi, dan Siyam.
Á ÁMenurut keterangan beberapa warga setempat, peristiwa ini
diawali pemukulan yang dilakukan Rohim kepada Isam yang
mengakibatkan Isam mengalami luka di wajah. Rohim yang kini sudah
ditetapkan sebagai tersangka oleh Polresta Banjarbaru, pada Jumat
(16/7) sekitar pukul 11.00 Wita, lalu lalang dengan sepeda motor
yang dikendarainya dengan suara yang bising.
Á ÁKemudian oleh korban ditegur karena pada saat itu ada
pertemuan antara warga dengan tokoh masyarakat dan salah satu calon
kepala daerah Kota Banjarbaru. Bukannya mematuhi teguran itu,
sebaliknya tersangka yang saat itu berboncengan dengan temannya
menghentikan sepeda motornya dan justru memukul korban hingga luka
di wajahnya.
Á Á"Kejadian pemukulan itu sekitar pukul 11.00 Wita, waktu itu
ada pertemuan dengan salah satu calon kepala daerah, tapi setelah
ditegur Rohim malah menantang dan memukul Isam sampai berdarah,"
ujar salah seorang warga.
Á ÁMungkin masyarakat masih merasa jengkel dengan ulah tersangka
sehingga bentuk kemarahan itu diwujudkan dengan pengusiran terhadap
tersangka dan warga etnis lainnya.
Á ÁMenurut warga tadi, sebelum kejadian ini, sudah beberapa kali
terjadi keributan yang dilakukan warga etnis ini, namun warga
setempat masih sabar dan tidak meladeni. "Warga etnis ini ada yang
membuat ulah dengan warga setempat, berkelahi di pasar, dan Rohim
sendiri sering membuat ulah," ujarnya. Ã Ãadi

No comments: