Friday, July 23, 2010

Wabup Terpilih HST Disidang

BANJARMASINÄ Ä © Setelah berkas kasus korupsi Panggar DPRD Hulu Sungai
Tengah (HST) dilimpahkan ke Pengadilan Negeri (PN) Barabai, Faqih
Jarjani yang mantan Ketua DPRD HSHT periode 2009©2014 menjalani
sidang perdana pada 20 Juli lalu.
Á ÁPria yang sekarang Wakil Bupati HST terpilih ini akan
menjalani sidang lanjutan pada 28 Juli mendatang denga materi
pemeriksaan saksi©saksi.
Á ÁJumat (23/7), menurut Kasi Intel Kejari Barabi Muhammad Ihsan
Husni menerangkan, pada sidang perdana hanya berisi pembacaan
materi dakwaan oleh jaksa penuntut umum dan eksepsi dari pihak
terdakwa.
Á ÁAtas tindakan itu, terdakwa diancam hukuman 20 tahun penjara
karena merugikan negara lebih dari Rp2 miliar.
Á ÁFaqih Jarjani yang menjadi terdakwa dalam kasus dugaan korupsi
sebelumnya ditetapkan sebagai tahanan kota.Á È È 7 Á
Á ÁIhsan Husni kepada wartawan menerangkan, penetapan sebagai
tahanan kota dikeluarkan sehari setelah penyerahan berkas perkara
ke PN Barabai.
Á Á"Kamis (8/7), berkas perkara dilimpahkan ke PN Barabai,
kemudian keesokan harinya, Jumat (9/7), surat penetapan sebagai
tahanan kota dikeluarkan," paparnya.
Á ÁKeputusan tahanan kota itu berlaku hingga 20 hari ke depan dan
bisa diperpanjang bila diperlukan.Á - ÁSelama menjadi tahanan kota,
terdakwa tidak diperbolehkan meninggalkan Kota Barabai.
Á ÁSelain itu, terdakwa harus memenuhi kewajiban melapor ke PN
Barabai seminggu sekali.
Á Á"Terdakwa bisa saja meninggalkan Kota Barabai untuk suatu
keperluan yang memang mendesak, namun harus mendapatkan izin
terlebih dulu," katanya.
Á ÁBila selama masa tahanan kota terdakwa ternyata meninggalkan
Kota Barabai tanpa izin, akan langsung dilakukan penahanan.
Á ÁFaqih Jarjani terkait kasus tindak pidana korupsi saat
menjabat sebagai anggota Panitia Anggaran DPRD HST periode 1999ª2004 pada kasus penyelewengan dana APBD HST 2001©2003.
Á ÁSebagaimana diketahui, selama kurun waktu 2001 hingga 2003,
diduga telah terjadi korupsi di DPRD HST. Kejari Barabai mengungkap
kasus korupsi itu pada Oktober 2008, dan Hasnan Matnuh Dan Abdulah
Islamy yang telah ditetapkan sebagai tersangka dan terdakwa divonis
bebas oleh majelis hakim PN Barabai.
Á ÁAtas vonis itu, Kejari Barabai mengajukan kasasi yang akhirnya
dikabulkan oleh Mahkamah Agung pada 12 Agustus 2009 melalui Surat
Keputusan Nomor 42.k/Pidsus/2009.
Á ÁDalam putusan MA disebutkan, keduanya terbukti secara sah dan
meyakinkan melakukan tindak pidana korupsi secara bersama©sama Dan
berlanjut.
Á ÁBerdasarkan putusan MA yang menyebutkan bahwa tindakan
dilakukan secara bersama©sama dan berlanjut itulah, anggota Panggar
yang lain ikut terlibat, termasuk Faqih Jarjani. Ã Ãadi/web

No comments: