Thursday, July 8, 2010

Vonis Bebas Bagi Penambang

BANJARMASINÄ Ä © H Noor Ayadi alias H Amang (38) selaku Direktur CV
Aulia yang menjadi terdakwa atas dugaan menambang di kawasan hutan
tanpa izin dari Menteri Kehutanan akhirnya divonis bebas majelis
hakim di Pengadilan Negeri (PN) Banjarmasin, Kamis (8/7).
Á ÁSidang yang dipimpin ketua majelis hakim Amril M Hum ini
menyatakan, H Noor Ayadi, warga Kecamatan Binuang Kabupaten Tapin
dan Kompleks Perumahan Bunyamin Km 6 No 21 Banjarmasin tidak
terbukti bersalah. Putusan ini berbanding terbalik dengan tuntutan
jaksa penuntut umum (JPU), Yopy SH yang menjerat terdakwa dengan
tuntutan tiga tahun penjara dengan denda Rp500 juta subsider enam
bulan kurungan.
Á ÁJPU menjerat terdakwa dengan pasal 78 ayat 6 jo pasal 50 ayat
3 huruf g UURI No 41 Tahun 1999 tentang Kehutanan seperti dalam
dakwaan primer. Hal©hal yang memberatkan menurut JPU atas kasus
terdakwa, perbuatan terdakwa tidak langsung turut merusak
ekosistem hutan, perbuatan terdakwa merugikan PT HRB sebagai hak
pengelola kawasan hutan tanaman industri.
Á ÁAtas keputusan majelis hakim PN ini, JPU menyatakan akan
melakukan upaya hukum dengan mengajukan kasasi ke Mahkamah Agung.
Á ÁKronologis kejadian yang mendudukkan terdakwa H Amang yang
memiliki kuasa pertambangan dalam eksploitasinya dipercayakan atau
dikuasakan kepada Ir Bahruddin Noor selaku direktur Utama PT Daya
Citra Utama, terdakwa mendapatkan kompensasi sebesar Rp2,5 miliar
yang terjadi pada tahun 2007.
Á ÁDalam eksploitasi tersebut terdakwa dianggap menambang di
kawasan hutan yang harus dilengkapi dengan surat izin pinjam pakai
dari Menteri Kehutanan, akibatnya selaku pemilik tambang, terdakwa
harus bertanggung jawab, sementara itu Ir Bahruddin hanya sebagai
saksi.
Á ÁPT Hutan Rindang Banua sebagai pengolah lahan telah
memperingatkan terdakwa untuk segera melengkapi persyaratan untuk
menambang, akan tetapi oleh terdakwa tidak dilaksanakan.
Á ÁHasil tambang PT Daya Citra Utama telah menghasilkan
sebanyak 80.833.130 metrik ton, tetapi JPU tidak menyebutkan
hasil penjualan batubara. Dari 17 hektar lahan KP CV Aulia baru
sekitar 4 ha yang dikerjakan. Ã Ãida/adi

No comments: