Sunday, July 4, 2010

Tetap Menambang Karena Dibekingi

BANJARMASINÄ Ä © Sinyalemen adanya mafia pertambang di Kalsel memang
berbau cukup kuat. Abdul Tius, Ketua TPK Sumber Harapan
mensinyalir, PT EDI yang masih beroperasi di kawasan sengketa
diduga dibekingi oknum perwira menengah di Polda Kalsel.
Á ÁMenurut Tinus, akhir pekan tadi, alat berat milik PT EDI mulai
beroperai menambang sejak 16 Juni 2010.
Á ÁDikatakan, karena masih menghormati proses hukum, pihaknya
hanya menyurati petinggi PT EDI dan ditembuskan ke Polda Kalsel dan
Kejati Kalsel, yang intinya agar PT EDI menghormati proses hukum
yang sedang berjalan.
Á Á"Kami menyayangkan, Polda Kalsel tak bisa bebruat banyak
terkait aktivitas PT EDI. Jangankan menghentikan penambangan di
lahan sengketa itu, memasukkan Jadid ke dalam sel, meski jelasªjelas Jadid sudah tersangka dan berkasnya sudah P©21, tidak
dilakukan," ungkapnya.
Á ÁMasih menurut Tinus, menyikapi masalah tersebut, pihaknya akan
melaporkan masalah ini ke Kapolri jendral Bambang Hendarso Danuri
(BHD), Div Propam Mabes Polri dan Ombudsman. Harapannya, agar Polri
serius menangani kasus penyerobotan lahan milik kelompok tani serta
menindak oknum©oknum polisi yang membekingi PT EDI.
Á ÁSebagaimana diinformasikan TPK Sumber Harapan, meski
penambangan ilegal PT EDI di lahan sawit yang dikelola kelompok
petani plasma Sumber Usaha KUD Nusantara (TPK Sumber Harapan) di
Desa Makmur Mulia Satui, dihentikan penyidik Sat IV Dit Reskrim
Polda Kalsel karena masih dalam proses hukum, namun ternyata PT EDI
kembali menambang.
Á ÁPadahal, Ir Jadid Alkaf selaku pimpinan PT EDI sudah dijadikan
tersangka dalam kasus tersebut, namun perusahaannya masih tetap
beroperasi di lahan sawit milik petani.
Á ÁHal itu, lanjutnya, justru sebagai tindakan melecehkan proses
hukum yang sedang berjalan, dengan bukti berkas perkara Nomor Pol:
B/13.a©4/VI/2010/Dit Reskrim tanggal 3 Juni 2010 serta surat No. Bª1596/Q.3.4/Epp.2/06/2010 tertanggal 25 Juni 2010.Á < Á
Á ÁTak hanya itu, jalannya penambangan tak lepas dari campur
tangan atau back up dari oknum anggota Brimob atas perintah oknum
perwira menengah di Polda Kalsel.
Á ÁAlhasil, jajaran Sat IV Tipiter kesulitan untuk menghentikan
penambangan meski kasusnya sedang ditangani kesatuan tersebut. Ã Ãadi

No comments: